Suasana Pelabuhan Bakauheni. (Foto: Dok. Wikipedia)

Beranda / Nasional / Bagaimana Kondisi Penyeberangan Merak–Bakauheni?

Bagaimana Kondisi Penyeberangan Merak–Bakauheni?

PravadaNews – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni masih beroperasi normal pasca terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut membuat status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale mengatakan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus berlangsung hingga saat ini. Tentunya yang menjadi potensi ancaman bahaya, yakni berasal dari aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar.

“Sehubungan dengan kondisi tersebut, operasional layanan penyeberangan pada lintasan Merak–Bakauheni hingga saat ini masih berjalan normal,” ujar Windy dalam keterangannya yang dikutip Minggu (6/9/2026).

Menurut Windy, ASDP Cabang Merak dan Cabang Bakauheni tetap melayani para penumpang kapal sesuai ketentuan operasional yang berlaku. Namun, kondisi cuaca, perairan, dan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dalam pantauannya, mulai dari situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait. 

ASDP juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui lintasan Merak-Bakauheni untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan layanan penyeberangan.

“Pengguna jasa juga diharapkan memperhatikan arahan petugas di lapangan serta melakukan perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Windy.

Diketahui, pada Kamis (2/7), aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan kegempaan dan aktivitas permukaan. Kondisi tersebut ditandai dengan rangkaian erupsi yang memperlihatkan masih adanya suplai magma dan gas di dalam sistem gunung api.

“Erupsi yang sering tidak otomatis berarti akan terjadi erupsi yang lebih besar, sehingga evaluasi dilakukan berdasarkan seluruh parameter pemantauan, bukan hanya tinggi kolom erupsi,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria.

Kemudian pada Jumat (4/9) pukul 23.00 WIB, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus dengan fenomena lava fountain yang disertai suara gemuruh dan dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah.

Sebagai langkah mitigasi, Badan Geologi menetapkan larangan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung serta meminta masyarakat mengikuti informasi resmi terkait perkembangan erupsi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *