PravadaNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia dan sejumlah lembaga pemeringkat global memberikan apresiasi terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan usai rangkaian pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat, termasuk dengan Bank Dunia serta lembaga pemeringkat seperti S&P Global Ratings.
“Bank dunia dan lembaga pemeringkat amat puas dengan penjelasan tentang strategi kita,” kata Purbaya dalam keterangan di Jakarta, dikutip Kamis (16/4/2026).
Baca juga : Harga Barang Ritel Naik 10%
Purbaya mengatakan apresiasi tersebut sekaligus meredakan keraguan pasar terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sambil tetap mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Jadi, keraguan tentang apakah kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik dan menciptakan pertumbuhan yang baik pada saat bersamaan sepertinya sudah hilang,” ujar Purbaya.
Selain itu, kata Purbaya, Bank Dunia disebut menunjukkan minat untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam pembiayaan pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, dan proyek strategis di negara berkembang.
Dalam agenda yang sama, Purbaya juga bertemu dengan 18 investor global, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments.
Menurut Purbaya, para investor menanyakan kemampuan Indonesia menjaga akselerasi pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan kehati-hatian pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Purbaya menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan fiskal di tengah ketidakpastian global.
“Mereka suka dengan penjelasan kami bahwa kita akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian kebijakan fiskal,” kata Purbaya.
Purbaya menambahkan, minat investor masih didominasi pada instrumen portofolio seperti obligasi dan saham, meski pemerintah berharap arus modal ke depan juga dapat memperkuat pasar keuangan domestik.















