Ilustrasi Ritel (foto dok:Pravadanews)

Beranda / Ekonomi / Harga Barang Ritel Naik 10%

Harga Barang Ritel Naik 10%

PravadaNews – Efek domino dari konflik geopolitik di Timur Tengah kini mulai terasa langsung di kantong masyarakat. Lonjakan harga bahan baku plastik membuat harga berbagai jenis produk di pasar ritel ikut terdongkrak naik.

Mulai dari kebutuhan rumah tangga, makanan kemasan, hingga barang elektronik, semuanya terpapar kenaikan harga.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, membenarkan bahwa tren kenaikan ini sudah mulai masuk sejak beberapa waktu terakhir.

“Saat ini kami di ritel sudah menerima kenaikan harga dari supplier. Jadi dari dua minggu lalu, atau minggu lalu juga sudah masuk,” kata Budihardjo di Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

Secara rata-rata, kenaikan harga yang diterima oleh pihak ritel mencapai angka 10 persen. Meskipun demikian, angka ini bervariasi, ada yang naik 5 persen dan ada juga yang mencapai 10 persen tergantung jenis produknya.

“Rata-rata 10%. Ya, tapi kami lagi negosiasi, ada yang naik 5%, 10%,”sambung Budihardjo.

Saat ini para pelaku usaha ritel tengah berupaya keras melakukan negosiasi dengan para pemasok untuk mempertahankan harga lama semaksimal mungkin. Namun jika tekanan biaya produksi terlalu berat, kenaikan harga mau tak mau harus diterapkan secara bertahap.

Dampaknya sangat luas, tidak hanya pada kemasan makanan dan minuman, tapi juga merambat ke barang-barang lain yang komponen plastiknya cukup besar.

“Tapi kalau nggak bisa, ya kami nego harganya naik bertahap. Artinya memang sudah kenaikan harga itu, terutama dari pengusaha makanan-minuman. Elektronik juga, alat listrik yang berhubungan dengan kabel-kabel itu naik semua. Alat listrik, alat elektronik yang berhubungan dengan plastik itu semua naik. Ember-ember itu naik semua,” ujar Budihardjo.

Kondisi ini membuat pihak ritel was-was. Jika harga terus merangkak naik tanpa diimbangi peningkatan pendapatan, dikhawatirkan daya beli masyarakat akan semakin melemah dan berdampak buruk pada volume penjualan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dunia ritel kini mulai gencar menginisiasi berbagai strategi. Mulai dari program promosi menarik, upaya mendatangkan wisatawan asing untuk berbelanja, hingga penyesuaian harga jual agar tetap kompetitif.

“Dengan adanya kenaikan ini, makanya kami inisiasi program-program belanja di Indonesia saja. Kami coba optimalkan turis luar negeri masuk ke Indonesia belanja. Terus bagaimana juga promosi-promosi agar stok lama bisa mengimbangi dengan harga baru. Jadi ada yang harganya kami turunkan, ada yang harganya kami naik,”ucap Budihardjo.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *