PrabadaNews – Rencana penyaluran bantuan beras hampir 1 juta ton bagi 33,24 juta keluarga untuk Oktober hingga Desember 2026 masih menunggu kepastian anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Persoalan tersebut disampaikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (19/10/2026). Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan beras keluarga penerima hingga akhir tahun 2026.
Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Aulia Sofyan, mengatakan kelanjutan bantuan beras itu menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, Bapanas masih menunggu kejelasan anggaran dari Kemenkeu untuk pelaksanaan bantuan tersebut selama tiga bulan.
Sementara itu, jumlah penugasan yang disebut Aulia masih berada di bawah kebutuhan yang direncanakan.
“Walaupun sampai hari ini penugasannya masih 200 ribu ton, kita berharap dalam dua hari ini ada kejelasan dari Kementerian Keuangan mengenai berapa anggaran yang diberikan kepada kami untuk tiga bulan dalam rangka menghadapi akhir tahun,” jelas Aulia dalam rapat ini.
Menurutnya, kepastian besaran anggaran diperlukan agar Bapanas dapat mengatur penugasan berikutnya kepada Perum Bulog.
Langkah tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat memperjelas pelaksanaan bantuan hingga Desember.
“Kita berharap dalam dua hari ini anggaran sudah tersedia dan jelas jumlahnya, sehingga kita bisa mengatur penugasan kepada Bulog,” tutur Aulia.
Aulia menambahkan, pengaturan penugasan bantuan pangan itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga beras menjelang akhir tahun.
Di sisi pasokan, Bapanas mencatat stok beras Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton pada Rabu (7/10). Cadangan ini digunakan untuk mendukung berbagai program pangan pemerintah, termasuk bantuan beras bagi masyarakat.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan perusahaan menggerakkan cadangan beras pemerintah untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
“Kami siap mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Dengan stok sekitar 4,6 juta ton, kekuatan stok ini terus kami gerakkan untuk masyarakat,” kata Rizal, dikutip Selasa (20/10).
Berdasarkan data Bapanas, bantuan periode Oktober hingga Desember diperkirakan membutuhkan sekitar 997 ribu ton beras. Setiap keluarga penerima direncanakan memperoleh 10 kilogram per bulan atau total 30 kilogram selama tiga bulan.
Sebagai catatan, penyaluran bantuan beras periode Juli hingga September 2026 terealisasi sebanyak 967,5 ribu ton atau 97% dari alokasi sekitar 997 ribu ton hingga Rabu (30/9).
Adapun Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya memperkirakan kebutuhan anggaran bantuan beras Oktober hingga Desember mencapai Rp17,5 triliun.















