PravadaNews – Sebanyak 149 instansi pemerintah telah menggunakan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi jabatan hingga Selasa (6/10/2026), dari 336 instansi yang sudah memperoleh persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
BKN mencatat 341 instansi telah menjalani ekspose Manajemen Talenta. Melalui 149 instansi yang sudah memanfaatkannya, sebanyak 4.530 talenta telah diusulkan untuk pengisian jabatan.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan Manajemen Talenta tidak cukup berhenti pada pemetaan pegawai. Sistem tersebut perlu digunakan untuk pengembangan karier, penyiapan calon pengisi jabatan, serta kebutuhan organisasi.
Karena itu, BKN mendorong perubahan cara instansi mengelola pegawai dari sekadar urusan administrasi menjadi pengelolaan berdasarkan kemampuan dan kinerja.
“BKN terus mendorong agar pengelolaan ASN bergerak dari pendekatan administratif menuju pengelolaan sumber daya manusia yang lebih strategis, berbasis kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi,” kata Zudan di Kantor BKN, Jakarta, Kamis (8/10).
Zudan menjelaskan, pergantian kepemimpinan juga menuntut ASN mampu memahami arah kebijakan dan menerjemahkannya menjadi pekerjaan konkret. Manajemen Talenta pun diarahkan untuk menyiapkan aparatur dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan instansi.
Secara nasional, 588 dari 643 instansi pemerintah atau sekitar 91% telah menyatakan komitmen menerapkan Manajemen Talenta. Jumlah instansi yang memperoleh persetujuan juga meningkat dari 42 instansi selama 2016–2024 menjadi 336 instansi pada Oktober 2026.
Dalam proses ini, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrastruktur) menjadi kementerian koordinator pertama yang menjalani Ekspose Manajemen Talenta di BKN. Kementerian tersebut membutuhkan aparatur yang dapat bekerja lintas sektor karena mengoordinasikan berbagai bidang pembangunan.
Kemenko Infrastruktur tercatat memiliki 407 ASN dan 315 di antaranya telah mengikuti asesmen. Kementerian juga telah memetakan talenta, mendalami calon suksesor, serta melakukan simulasi Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjalankan organisasi pemerintahan. Pengelolaan aparatur karena itu perlu disiapkan melalui strategi yang terarah.
“Keberhasilan organisasi pemerintahan tidak dapat hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi membutuhkan strategi serta kesiapan sumber daya manusia. Luck is not a strategy,” kata AHY dalam kesempatan yang sama.
Manajemen Talenta, ungkap AHY, bukan sekadar instrumen untuk promosi dan mutasi pegawai. Sistem ini juga ditujukan untuk memberi ruang kepada ASN dengan kapasitas dan kinerja terbaik agar berkembang serta berkontribusi lebih besar bagi organisasi.
Dari 4.530 talenta yang telah diajukan melalui 149 instansi, sebanyak 4.503 memperoleh rekomendasi dan 27 lainnya tidak direkomendasikan. BKN selanjutnya mendorong instansi yang telah mendapat persetujuan untuk memanfaatkan Manajemen Talenta secara konsisten dalam pengembangan karier, maupun penyiapan suksesor ASN.















