PravadaNews – Program MagangHub akan kembali berlanjut ke batch ketiga pada November 2026 dengan menyasar lebih dari 70.000 peserta. Seluruh peserta nantinya akan menjalani magang di perusahaan, terutama di perusahaan industri.
Pasalnya, pada batch ketiga nantinya, pemerintah tidak lagi membuka penempatan peserta magang di kementerian maupun lembaga.
“Untuk batch tiga itu semuanya pure perusahaan. Jadi nggak ada kementerian lembaga,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Darmawansyah, di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Darmawansyah, tahapan pelaksanaan batch ketiga mulai dipersiapkan pada September 2026, yang mana pada bulan tersebut, pemerintah akan lebih dulu membuka pendaftaran bagi perusahaan yang ingin menjadi penyelenggara program magang.
Setelah itu, pendaftaran dan proses seleksi peserta akan berlangsung pada Oktober 2026. Adapun pelaksanaannya ditargetkan dimulai pada November 2026.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan, pemerintah menargetkan jumlah peserta Program Pemagangan Nasional mencapai 150.000 orang setelah batch ketiga digelar.
Saat ini, sebanyak 41.000 orang telah ditetapkan sebagai peserta pada angkatan ke dua batch pertama. Jumlah tersebut melengkapi sekitar 46.000 peserta yang sebelumnya mengikuti program magang pada batch pertama yang berlangsung pada Maret 2026.
“Nanti di batch ketiga Insya Allah kita akan bulatkan menjadi 150.000,” kata Yassierli.
Namun, sebelum batch ketiga dimulai, Yassierli mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan program berikutnya.
“Kita jeda dulu untuk kita melakukan evaluasi dan seterusnya. Nanti mungkin dalam satu setengah bulan ke depan, sekitar awal November kita akan insyaallah kick-off lagi untuk batch yang ketiga,” jelas Yassierli.
Dengan adanya program magang tersebut,
Yassierli berharap dapat membantu para peserta meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, dan memperluas jejaring sebelum masuk ke dunia kerja.
“Kita berharap enam bulan ini benar-benar bermanfaat untuk mereka,” ucap Yassierli.















