PravadaNews – Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen untuk melakukan efisiensi meskipun anggaran yang didapat sangat jumbo. Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, pihaknya sudah menjalankan program efisiensi.
Diketahu, pagu anggaran BGN tahun 2027 sebesar Rp240,20 triliun. Dari total pagu tersebut digunakan untuk Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp232,99 triliun.
Kemudian, dialokasikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp232,50 triliun. Selanjutnya, sisa pagu anggaran sebsar Rp7,33 triliun atau 3,05% dialokasinya untuk gaji dan tunjangan.
Selain itu, anggaran untuk operasional dan pemeliharaan kantor sebesar Rp81,7 miliar dan dukungan manajemen nonoperasional sebesar Rp160,2 miliar.
Sudaryono menyampaikan bahwa BGN akan melakukan melakukan pengecekan secara berkala terhadap Satuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak lagi beroperasi.
Dapur yang tercatat tidak lagi beroperasi tidak akan diberikan anggaran untuk menjalakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono memastikan, pihaknya akan menindaktegas oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan dari anggaran program MBG. “Kalau di situ ada unsur pidana, kami terjunkan inspektorat. Kemudian nanti kami melaporkan ke pihak Kejaksaan untuk diperiksa,” kata Sudaryono dikutip Jumat (4/9/2026).
Kendati begitu, Sudaryono belum dapat memastikan besaran efisiensi anggaran yang akan dilakukan BGN. “Kami berusaha untuk se-efisien mungkin,” jelas Sudaryono.
Sudaryono berencana untuk menemui Menkeu Purbaya untuk membahas efisiensi anggaran BGN. “Nanti kami coba bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan secara internal,” kata Sudaryono.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, anggaran BGN masih dapat dilakukan efisiensi. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berpotensi memangkas anggaran BGN di bawah Rp200 triliun.
“Sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200-an triliun,” kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).
Purbaya mengungkapkan bahwa kementeriannya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp240 triliun untuk program MBG. Namun, Purbaya memberikan isyarat untuk melakukan efisien bagi BGN. “Saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensi dan pemakaian teknologi,” jelas Purbaya.















