PravadaNews – Kompetisi Championship 2026/27 memasuki babak baru dalam pengelolaannya. Bukan hanya soal persaingan di lapangan, kompetisi kasta kedua sepak bola nasional tersebut juga mulai diarahkan memiliki fondasi bisnis yang lebih mandiri melalui pemisahan badan hukum dari PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pengelolaan Championship agar memiliki entitas bisnis yang lebih jelas, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi kompetisi secara berkelanjutan.
Penguatan struktur bisnis ini disampaikan oleh General Manager I.League Budiman Dalimunthe seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Utama Indonesia (LUI) yang berlangsung di Hotel Sheraton, Gandaria, Jakarta Selatan.
Budiman mengatakan, PT LUI dibentuk tahun lalu setelah adanya keputusan Kongres PSSI 2023.
Menurut Budiman, pembentukan badan hukum baru diperlukan karena Championship sebelumnya masih berada dalam satu perusahaan dengan Super League.
“Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, perlahan tapi pasti nanti jadi lebih mandiri. Lebih mandiri entitas bisnisnya terpisah, agar lebih jelas juga nanti,” ucap Budiman dikutip Selasa (25/8/2026).
Budiman mengatakan, pemisahan tersebut juga memberikan kejelasan terhadap pengelolaan keuntungan dan tanggung jawab apabila perusahaan mengalami kerugian.
“Baik itu kalau ada keuntungan dividen, kalau ada kerugian ya ditanggung bersama,” ujar Budiman.
Dalam RUPS tahunan, seluruh agenda kegiatan, bisnis, dan keuangan PT Liga Utama Indonesia disetujui para pemegang saham. RUPS tersebut melibatkan PT Liga Indonesia Baru serta klub-klub peserta Championship yang menjadi pemegang saham perusahaan.
Budiman menjelaskan struktur kepemilikan PT Liga Utama Indonesia berbeda dengan PT Liga Indonesia Baru yang mengelola Super League.
“Saham terbesar itu dimiliki oleh PT Liga Indonesia Baru, kemudian sisa sahamnya yang lebih kecil di bawah 50 persen dibagi rata oleh 20 klub,” ujar Budiman.
Pemisahan badan hukum tersebut secara bertahap diarahkan untuk memperjelas pengelolaan bisnis Super League dan Championship secara terpisah.
Budiman menegaskan, langkah tersebut merupakan realisasi dari gagasan yang telah muncul sejak Kongres PSSI setelah Ketua Umum terpilih pada 2023.
Dengan struktur tersebut, Championship diharapkan memiliki ruang lebih besar mengembangkan potensi bisnis dan pengelolaan kompetisinya secara mandiri.
PT Liga Utama Indonesia juga menjalankan mandat pengelolaan Championship sekaligus Elite Pro Academy dalam struktur kompetisi musim mendatang.
Langkah pemisahan badan hukum ini menjadi bagian pembenahan tata kelola sepak bola profesional. Agar pengelolaan kompetisi semakin terarah dan berkelanjutan.















