PravadaNews – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut perekonomian Ibu Kota menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,52 persen pada triwulan II 2026.
Capaian tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen dan membuat Jakarta menyumbang 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pramono menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Pers Realisasi APBD Triwulan III Tahun 2026 bertema “Menjaga Momentum Pertumbuhan: APBD Bekerja Serempak dan Berdampak” di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).
“Dari indikasi yang ada, perekonomian Jakarta sekarang ini tumbuh dengan optimisme dan juga mobilitas masyarakat yang menguat,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, pertumbuhan ekonomi Jakarta ditopang sejumlah sektor utama, terutama perdagangan, jasa keuangan, dan konstruksi. Sektor perdagangan berkontribusi sebesar 18,24 persen, disusul jasa keuangan 11,16 persen dan konstruksi 10,84 persen.
Pramono menyoroti perkembangan sektor konstruksi yang dinilai semakin membaik. Menurut Pramono, kondisi tersebut mencerminkan aktivitas pembangunan yang turut mendorong pergerakan ekonomi di Jakarta.
“Mudah-mudahan konstruksi semakin tumbuh, menggambarkan realita bahwa ekonomi dan juga optimisme di Jakarta semakin baik,” kata Pramono.
Selain pertumbuhan ekonomi, optimisme masyarakat terhadap kondisi perekonomian Jakarta juga tercermin dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Pada Agustus 2026, indeks tersebut tercatat berada di level 150.
Pramono juga menyoroti peningkatan mobilitas masyarakat melalui penggunaan transportasi publik. Hingga September 2026, jumlah penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 368,4 juta orang, meningkat 10,8 persen.
Peningkatan penggunaan transportasi publik tersebut didukung oleh konektivitas layanan yang semakin luas. Cakupan layanan transportasi umum di Jakarta disebut telah mencapai 93 persen.
Pramono berharap peningkatan konektivitas dan penggunaan transportasi publik dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah daerah. Pramono juga menyebut posisi transportasi publik Jakarta berada di peringkat ke-15 dunia, kedua di ASEAN setelah Singapura, dan ketujuh di Asia.
“Mudah-mudahan kepercayaan publik kepada kita, dan itu juga tercermin bahwa Jakarta sekarang ini transportasi publiknya nomor 15 dunia. Nomor 2 ASEAN, yaitu setelah Singapura, dan nomor 7 Asia,” lanjut Pramono.
Penguatan konektivitas juga didukung pengoperasian layanan LRT rute Kelapa Gading hingga Manggarai. Layanan tersebut tercatat melayani 11.361 penumpang setiap hari.
Ke depan, Pramono berkomitmen memperluas layanan Transjabodetabek untuk mempermudah mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga menuju Jakarta dan sebaliknya. Perluasan tersebut diharapkan semakin mendukung konektivitas kawasan sekaligus menunjang aktivitas ekonomi di wilayah aglomerasi.














