Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. YouTube PerekonomianRI/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Ekonomi RI Tumbuh 5,61%

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%

PravadaNews – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara tahunan (year on year/yoy).

“Ekonomi Indonesia tumbuh baik di luar ekspektasi di mana pada kuarta I pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,61%,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Menko Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara G20 seperti China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat. “Kita yang tertinggi,” kata Menko Airlangga.

Menko Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini berhasil dicapai berkat program kebijakan pemerintah terutama saat Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Kenaikan BBM Non Subsidi Picu Migrasi Konsumen

Kebijakan tersebut berpengaruh terhadap konsumsi rumah tangga. Menurut Airlangga, konsumsi rumah tangga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

“Kita lihat konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan 5,52%,” jelas Menko Airlangga.

Menko Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berasal dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,96%.

Selain itu, belanja pemerintah tumbuh sebesar 21,81% pada kuartal I-2026. “Angkanya sekitar 815 triliun. Ini di atas rata-rata historis,” ujar Menko Airlangga.

Baca Juga: Kendaraan Listrik Dimanjakan: Bebas Pajak 

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indoensia pada kuartal I-2026 naik dibandingkan kuartal I-2025.

BPS mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61%. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 sebesar 4,87 secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara kuartal (quarter to quarter/qtq) ekonomi Indonesia alami kontraksi 0,77% dibandingkan kuartal IV-2025.

“Secara triwulan ekonomi Indonesia I-2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77% secara year on year. Ekonomi triwulan I-2026 tumbuh 5,61% dibandingkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya,” kata Amalia saat konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *