PravadaNews – Upaya menghidupkan kembali denyut perdagangan di pasar tradisional membutuhkan lebih dari sekadar menjaga ketersediaan barang dan kestabilan harga.
Kehadiran pembeli menjadi faktor penting agar roda ekonomi pedagang kecil terus berputar, sekaligus menjaga pasar rakyat tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.
Harapan tersebut mulai dirasakan para pedagang melalui program Gerakan Belanja Rame-Rame ke Pasar Rakyat (Gebrak Pasar) yang diinisiasi Pemerintah Kota Bekasi.
Salah seorang pedagang Pasar Baru Bekasi, Hendi mengaku kebijakan yang mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk berbelanja di pasar tradisional memberikan dampak positif, terutama karena jumlah pengunjung terus meningkat sejak program tersebut diberlakukan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota karena pasar terasa lebih tertata dan pengunjung juga berangsur-angsur semakin ramai. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berjalan supaya pedagang semakin terbantu,” kata Hendi saat dijumpai pada pelaksanaan Gebrak Pasar, Jumat (6/11/2026).
Sekadar diketahui kebijakan Gebrak Pasar merupakan upaya Pemkot Bekasi menggeliat pasar tradisional di Kota Bekasi.
Yakni dengan cara mendorong ASN berbelanja ke pasar tradisional minimal sebulan sekali.
Adapun Gebrak Pasar pada November 2026 ini merupakan kali ke 2. Setelah sebelumnya dilakukan di awal Oktober 2026 di tempat yang sama yakni Pasar Baru Bekasi.
Menurut Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, Gebrak Pasar merupakan salah satu langkah nyata pemerintah daerah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Khususnya pedagang pasar rakyat.
Tri mengatakan, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menopang ekonomi daerah.
Sebab menjadi tempat bertemunya pedagang dan pembeli dalam aktivitas perdagangan sehari-hari.
“Melalui Gebrak Pasar, kita ingin mengajak seluruh ASN untuk ikut menghidupkan pasar rakyat. Kehadiran kita bukan sekadar berbelanja bersama, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata agar roda perekonomian para pedagang terus bergerak,” kata Tri.
Tri menambahkan, kegiatan tersebut kini memasuki pelaksanaan bulan kedua dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Pemerintah Kota Bekasi ingin memastikan pasar rakyat tetap menjadi ruang ekonomi yang aktif, nyaman, dan mampu bersaing.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang datang dan berbelanja di pasar tradisional. Sehingga pendapatan pedagang ikut meningkat dan pasar semakin ramai,” tambah Tri.
Tri juga mengatakan, Gebrak Pasar akan dilaksanakan secara bergiliran di sejumlah pasar rakyat yang tersebar di wilayah Kota Bekasi.
Dengan demikian, manfaat gerakan ini diharapkan tidak hanya dirasakan pedagang di Pasar Baru, tetapi juga pelaku usaha di pasar-pasar lainnya.
“Melalui Gebrak Pasar, Pemkot Bekasi berharap tumbuh semangat bersama untuk mencintai dan menghidupkan pasar rakyat. Tidak hanya menjadi kegiatan belanja bersama, gerakan ini juga menjadi bentuk kolaborasi dalam memperkuat ekonomi lokal Kota Bekasi,” ujar Tri.













