PravadaNews – Pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok membuat ketersediaan minyak goreng rakyat menjadi perhatian, termasuk memastikan MinyaKita tetap tersedia bagi masyarakat di Pasar Baledono Purworejo, Jawa Tengah.
Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok penting untuk melihat kondisi pasokan pangan di tingkat pasar pada pertengahan Agustus 2026.
Hasil pemantauan DKPP Purworejo menunjukkan stok pangan di Pasar Baledono secara umum berada dalam kondisi aman dan mencukupi. MinyaKita menjadi salah satu komoditas yang masih tersedia dengan harga yang mengikuti ketentuan pemerintah.
Selain ketersediaan barang, DKPP juga memantau perkembangan harga sejumlah bahan pangan strategis untuk melihat perubahan di tingkat konsumen. Dari hasil pemantauan, harga MinyaKita dan gula pasir masih berada sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku.
“Berdasarkan hasil pantauan tim petugas di Pasar Baledono Purworejo, stok pangan secara umum dilaporkan sangat mencukupi dan aman,” tulis DKPP Purworejo dalam laporan pemantauan stok dan harga pangan Agustus 2026, dikutip Minggu (23/8/2026).
DKPP Purworejo menjelaskan, pengawasan pangan dilakukan dengan melihat kondisi pasar hingga tingkat produsen lokal. Pemantauan tersebut mencakup ketersediaan pasokan, distribusi, serta perubahan harga komoditas yang berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam pemantauan itu, beberapa komoditas tercatat mengalami perubahan harga. Beras premium masih berada di atas HET, sedangkan harga daging sapi dan ayam mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Meski terdapat perubahan pada sejumlah komoditas pangan, kondisi ini tidak memengaruhi ketersediaan MinyaKita di Pasar Baledono. Minyak goreng rakyat tersebut masih tersedia sebagai salah satu kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat.
Sementara itu, data Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) per Jumat (21/8), harga MinyaKita atau minyak goreng rakyat tercatat sebesar Rp15.703 per liter.
Data GIMNI menunjukkan harga MinyaKita masih berada di sekitar HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Selain MinyaKita, GIMNI mencatat harga minyak goreng premium sebesar Rp23.767 per liter dan minyak goreng curah Rp19.559 per liter pada periode yang sama.
Kondisi ini menunjukkan pergerakan harga minyak goreng rakyat masih menjadi perhatian dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga masyarakat.














