Ilustrasi Perak Batangan. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Harga Perak Menguat

Harga Perak Menguat

PravadaNews – Pergerakan harga perak dunia menunjukkan sinyal penguatan yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir setelah logam mulia tersebut berhasil mencatatkan tren pemulihan yang solid di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap aset safe haven.

Dalam perdagangan terbaru, harga perak (XAG/USD) bahkan mampu menutup pekan di atas level psikologis US$80 per ons, melonjak tajam dibandingkan posisi penutupan akhir pekan sebelumnya yang berada di kisaran US$75,34 per ons.

Penguatan ini dinilai menjadi indikasi meningkatnya optimisme investor terhadap prospek perak di tengah dinamika pasar global, fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral yang masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar keuangan internasional.

Selain didorong oleh faktor permintaan investasi, kenaikan harga perak juga dipengaruhi meningkatnya kebutuhan industri terhadap logam tersebut, terutama untuk sektor teknologi dan energi terbarukan yang terus berkembang di berbagai negara.

Berdasarkan catatan transaksi, logam mulia ini membukukan penguatan mingguan sebesar 6,78%. Kinerja positif sepekan ini tidak lepas dari fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, seiring dengan respons pelaku pasar terhadap rilis data ketenagakerjaan terbaru yang mempengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 115.000 pekerjaan baru pada bulan April, dengan tingkat pengangguran yang stabil pada angka 4,3%. Rilis data ini memberikan indikasi pertumbuhan lapangan kerja tidak cukup agresif untuk memicu kekhawatiran baru mengenai pengetatan kebijakan moneter lanjutan.

Situasi ini menekan imbal hasil obligasi AS dan mendorong indeks dolar melemah sebesar 0,3% ke level 97,90. Pelemahan dolar tersebut secara langsung memberikan keuntungan bagi perak, menjadikannya instrumen yang lebih menarik bagi investor pemegang mata uang asing. Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kepastian langkah The Fed ke depan.

Ketahanan harga perak saat ini juga ditopang oleh karakteristik gandanya sebagai aset lindung nilai dan logam industri. Sekitar setengah dari permintaan perak global diserap oleh sektor manufaktur, seperti produksi panel surya, infrastruktur kecerdasan buatan, dan semikonduktor.

Dari sisi pasokan, pasar masih dibayangi oleh pembatasan ekspor Tiongkok yang berlaku sejak Januari 2026. Sebagai catatan pergerakan historis, harga perak sempat menyentuh rekor tertinggi di US$121,64 pada awal tahun sebelum akhirnya mengalami koreksi sebesar 22% menyusul eskalasi geopolitik di Selat Hormuz pada bulan Februari.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *