Climate & Energy Campaigner Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. (Foto: Dok. Insignia Rizki/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Investasi di Sektor SDA Perlu Perhatian Khusus

Investasi di Sektor SDA Perlu Perhatian Khusus

PravadaNews – Investasi di sektor Sumber Daya Alam (SDA) terus didorong di tengah tantanang dan tekanan ekologois. Pengembangan sektor tambang dan perkebunan menjadi bagian dari strategi untuk nilai tambah industri nasional melalui pemanfaatan kekayaan SDA.

Namun, aktivitas tersebut menghadapi tantangan tata kelola ketika penggunaan ruang tidak selaras dengan fungsi ekologis serta kondisi wilayah. Climate & Energy Campaigner Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mengatakan, saat ini Indonesia sedang menghadapi konflik pada industri ekstraktif.

“Konflik-konflik yang terjadi soal industri ekstraktif dimulai dari konflik agraria soal siapa yang menguasai ruang ini sebenarnya, apakah ada aturan yang jelas mengenai wilayah tersebut atau tidak,” kata Iqbal di Cipayung, Senin (6/7).

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan, konflik industri ekstraktif berkaitan dengan batas wilayah, perizinan, serta hubungan masyarakat dengan kawasan yang menjadi lokasi kegiatan ekonomi.

Iqbal menilai, investasi SDA juga berkaitan dengan penentuan kawasan yang memiliki batas pemanfaatan tertentu.

“Bagaimana memastikan bahwa pertambangan di wilayah pulau-pulau kecil itu baik kalau pada hakikatnya sebenarnya pulau-pulau kecil tidak mungkin untuk ditambang,” ujar Iqbal.

Sementara itu, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Prof Daniel Murdiyarso, melihat tekanan ekologis menjadi faktor yang perlu masuk dalam perencanaan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam.

Daniel menjelaskan perubahan penggunaan lahan, hilangnya habitat, dan peningkatan konsumsi menjadi faktor yang memperbesar tekanan terhadap sistem bumi. Di sisi lain, Daniel menilai pertumbuhan ekonomi perlu memperhitungkan keterbatasan sumber daya alam dalam menentukan arah pembangunan jangka panjang.

“Kalau kita memahami bahwa bumi ini sistem tertutup dengan keterbatasan sumber daya, maka pertumbuhan ekonomi tidak bisa menjadi satu-satunya solusi menyelesaikan persoalan lingkungan,” ucap Daniel, dikutip Kamis (9/7/2026).

Adapun, tekanan ekologis membuat risiko lingkungan menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam investasi berbasis SDA. Daniel menyampaikan pembangunan ekonomi membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan kapasitas ekologis agar pemanfaatan sumber daya tetap berkelanjutan.

Seperti diketahui, investasi berbasis sumber daya alam menjadi salah satu sektor strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia melalui penguatan industri dan peningkatan nilai tambah. Aktivitas tersebut mencakup sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan yang membutuhkan pengelolaan ruang sesuai fungsi ekologisnya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *