PravadaNews – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Jerman yang membenarkan agresi militer AS-Israel terhadap Iran.
Baqaei menyatakan bahwa dengan mendukung agresi AS dan Israel terhadap Iran, Menteri Luar Negeri Jerman itu telah menempatkan dirinya setara dengan pihak yang membenarkan kejahatan perang paling keji.
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya dilansir dari Kantor Berita IRNA, Kamis (5/11/2026), Baqaei menulis bahwa Kanselir Merz pernah dengan antusias menyatakan bahwa Israel sedang melakukan “pekerjaan kotor kita” melalui serangannya terhadap Iran.
Namun, hanya berselang beberapa bulan kemudian, kanselir yang sama justru mengeluh bahwa perang ini telah merugikan ekonomi Eropa sebesar 100 miliar euro!
Kini, menteri luar negerinya pun merasa perlu untuk membenarkan serangan militer terhadap Iran. Ia menunjukkan sikap acuh tak acuh dan kemerosotan moral yang begitu dalam, hingga ia tidak mengakui adanya korban jiwa maupun kejahatan perang yang terjadi, serta tidak memahami dampak kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh perang ini terhadap negaranya sendiri maupun Eropa, tambah Baqaei.
“Pengalaman buruk membuat orang menjadi bijak,” demikian bunyi sebuah peribahasa Jerman. Namun, sosok yang tampak tidak mau melihat kenyataan di depan mata ini (Hans Guck-in-die-Luft) tampaknya memang tidak bisa diajari.














