PravadaNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempersiapkan wajah Ibu Kota menuju peringatan 500 tahun Jakarta.
Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Jakarta menjadi kota berkelas internasional dengan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kualitas ruang publik, seperti taman dan sistem transportasi.
Kedua sektor tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dalam membentuk kota yang nyaman, tertata, mudah diakses, dan memiliki kualitas lingkungan yang baik.
Di wilayah Jakarta Pusat (Jakpus) misalnya, pembangunan dan penataan tersebut diarahkan agar dapat berjalan secara bersamaan.
Dengan begitu, Pemerintah Kota Administrasi Jakpus tidak ingin pembangunan dilakukan secara parsial, misalnya menyelesaikan penataan taman terlebih dahulu baru kemudian mengerjakan sektor transportasi, atau sebaliknya.
Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Publik Wali Kota Jakarta Pusat, Wise Citra Dewi mengatakan, pembangunan di wilayah Jakarta Pusat dilakukan dengan konsep yang saling beriringan.
Hal tersebut sesuai dengan arahan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara bersamaan.
“Kalau dari Jakarta Pusat, Pak Wali itu minta semua berjalan beriringan,” ujar Wise pada acara UKW PWI Jaya, di ruang serbaguna Wali Kota Jakpus, Senin (5/10/2026).
Menurut Wise, pola pembangunan secara bersamaan tersebut diperlukan agar penataan kota dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.
Dengan pembangunan yang terintegrasi, pekerjaan di satu sektor tidak menghambat atau justru harus kembali dibongkar ketika pembangunan di sektor lainnya dilakukan.
Wise menegaskan, tidak ada konsep bahwa penataan taman harus diselesaikan terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan pembangunan transportasi. Begitu pula sebaliknya.
Kedua sektor tersebut dirancang untuk dikerjakan secara bersamaan sesuai dengan kebutuhan dan target pembangunan.
“Jadi, tidak taman diberesin dulu atau transportasi dibereskan dulu,” kata Wise.
Konsep pembangunan secara beriringan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan tata kota yang lebih terintegrasi.
Penataan taman dan ruang publik diharapkan dapat berjalan sejalan dengan pengembangan transportasi sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara lebih menyeluruh.
Pembangunan transportasi tidak hanya berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana untuk mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga harus memperhatikan lingkungan di sekitarnya.
Begitu pula dengan penataan taman yang tidak berdiri sendiri, melainkan dapat mendukung aksesibilitas serta kenyamanan masyarakat dalam menggunakan ruang publik.
Karena itu, koordinasi antara sektor menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan pembangunan.
Setiap pekerjaan harus memperhatikan rencana pembangunan lainnya sehingga target yang telah ditetapkan dapat dicapai secara bersamaan.
“Karena ada target. Pembangunan transportasi selesai dan taman pun selesai,” ujar Wise.
Dengan pola tersebut, pembangunan Jakarta Pusat diarahkan untuk menghasilkan kawasan perkotaan yang lebih tertata, nyaman, dan memiliki konektivitas yang baik.
Penataan ruang publik dan transportasi diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.















