PravadaNews – Rencana pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI Data Center) milik BDx di kawasan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, mendapat perhatian DPRD DKI Jakarta.
Kebutuhan air proyek tersebut dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap sumber air baku yang selama ini diandalkan Jakarta.
Anggota Komisi B Ade Suherman mengatakan, kebutuhan air proyek yang pada kapasitas pengembangan maksimal disebut mencapai sekitar 384 liter per detik atau 33 juta liter per hari harus menjadi perhatian serius.
Terlebih, Waduk Jatiluhur merupakan salah satu sumber air baku utama bagi sistem penyediaan air minum Jakarta.
Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun itu juga tengah menjadi perhatian Pemprov Jawa Barat terkait aspek perizinan dan kebutuhan air.
Pada tahap awal, kebutuhan air proyek disebut sekitar 6.000 meter kubik per hari dan akan meningkat seiring pengembangan fasilitas.
“Ini harus menjadi warning bagi Jakarta,” ujar Ade dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).
Ade menegaskan, sorotan tersebut bukan berarti DPRD menolak investasi data center. Namun, kebutuhan air dalam jumlah besar harus dihitung dalam perspektif ketahanan air regional.
“Jakarta sangat bergantung pada Jatiluhur. Setiap perubahan pemanfaatan air harus menjadi perhatian PAM Jaya,” kata Ade.















