Ilustrasi kereta MRT. (Foto: Dok. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia)

Beranda / Ekonomi / MRT Jakarta Ingin Ubah Pola Perjalanan Masyarakat

MRT Jakarta Ingin Ubah Pola Perjalanan Masyarakat

PravadaNews – MRT Jakarata menargetkan kenaikan jumlah penumpang. Diharapkan dengan adanya kenaikan jumlah penumpang dapat mengubah pola perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat mengatakan, pertumbuhan pengguna tersebut tidak berhenti pada penambahan jumlah penumpang. Karena itu, MRT Jakarta ingin mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan angkutan pubik dalam perjalanan sehari-hari.

Perubahan itu dilakukan dengan memperkuat kualitas pelayanan dan menjaga keandalan perjalanan agar masyarakat semakin percaya menggunakan transportasi publik.

Tuhiyat mengatakan, upaya ini menjadi bagian dari mandat pengoperasian MRT Jakarta setelah jumlah pengguna terus berkembang sejak layanan mulai berjalan pada 2019.

“Terus kita lakukan upaya kita untuk apa? Untuk mengubah budaya, untuk mengubah kultur masyarakat, berarti dari kendaraan pribadi, shifting ke kendaraan publik,” jelas Tuhiyat, di stasiun MRT Blok A Visa, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, pelayanan yang aman dan andal menjadi salah satu faktor untuk menjaga kepercayaan pengguna. MRT Jakarta juga mencatat tingkat ketepatan waktu perjalanan mencapai 99,9%.

Pertumbuhan penumpang kemudian menjadi pijakan untuk memperluas perubahan tersebut karena jumlah pengguna harian telah meningkat dibandingkan masa awal operasional MRT Jakarta.

“Pertama kali kita lakukan operasi 2019 mulai 70.000 penumpang per hari, sampai di titik ini kita mencapai 135.000 penumpang per hari,” ungkap dirut itu.

Kenaikan ini turut tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta yang mencatat 4.349.150 penumpang MRT sepanjang Juni 2026 lalu.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 17,5% dibandingkan Juni tahun sebelumnya sehingga menunjukkan penggunaan MRT terus bertumbuh di tengah mobilitas masyarakat Jakarta.

Meski begitu, ruang untuk memperbesar penggunaan angkutan umum masih terbuka. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat konektivitas transportasi publik telah mencapai 93%, tapi tingkat pemanfaatannya masih sekitar 27–28%.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil berada pada jalur yang tepat. Kepuasan terbesar bagi kami adalah ketika prosedur dijalankan dengan baik dan masyarakat bersedia beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” ucap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Jumat (7/8).

Dengan basis penumpang yang terus bertambah, peningkatan layanan menjadi salah satu langkah untuk mendorong lebih banyak perjalanan beralih ke angkutan umum dan memperkuat perubahan pola mobilitas masyarakat Jakarta.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *