Pravadanews – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pasar potensial untuk memperkuat penjualan produk lokal. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni menghadirkan stan UMKM di kantor kementerian dan lembaga (K/L), terutama pada awal bulan, usai ASN menerima gaji.
Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana menyebut, ASN menjadi pasar yang potensial bagi pelaku UMKM. Hal itu karena ASN memiliki penghasilan tetap dan waktu penerimaan gaji yang jelas.
“Pertama, mereka punya fixed income. Kedua, payday (hari gajian)-nya jelas,” ujar Temmy di Pancoran, Jakarta, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Lebih lanjut, Temmy menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berupaya memperkenalkan produk lokal kepada ASN lewat kegiatan Karnaval UMKM. Kegiatan tersebut melibatkan pihak e-commerce.
Tetapi dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM harus melewati proses kurasi terlebih dahulu. Jika telah melewati proses tersebut, maka akan difasilitasi untuk membuka stan secara langsung di kantor kementerian dan lembaga.
Adapun produk yang ditawarkan atau dijual harus merupakan produk lokal yang dinilai memiliki kualitas baik dan performa penjualan yang bagus di platform digital.
Temmy pun berharap, dengan adanya stan tersebut dapat memudahkan ASN menemukan produk lokal tanpa harus mencarinya sendiri melalui berbagai platform perdagangan elektronik.
“Jadi kita harapkan teman-teman ASN ini bisa melihat produk UKM mana sih yang bagus, berkualitas, jualannya bagus di e-commerce, dan memang betul-betul produk lokal. Kalau mereka bingung nyarinya, kita yang datengin,” kata Temmy.
Adapun kegiatan tersebut rencananya dapat digelar setiap awal bulan, terutama sekitar tanggal 1 dan 2, bertepatan dengan periode gajian ASN. Stan UMKM ditargetkan dapat beroperasi setidaknya selama dua hari.














