Jajaran produser, sutradara, dan cast film Agak Laen: Menyala Pantiku! saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Infotaiment / Kenapa Film Bioskop Cepat Turun Layar?

Kenapa Film Bioskop Cepat Turun Layar?

PravadaNews – Film yang baru tayang dapat kehilangan jam pertunjukan dalam hitungan hari ketika jumlah penontonnya tidak memenuhi batas yang disepakati pengedar dan bioskop.

CGV Cinemas Indonesia menyebut, lama penayangan tidak ditentukan sejak awal, tapi mengikuti animo penonton dari minggu ke minggu.

Mekanisme tersebut turut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 34 Tahun 2019 tentang Tata Edar, Pertunjukan, Ekspor, dan Impor Film.

“Ketentuan mengenai jumlah penonton minimum sebagai syarat pengurangan atau penambahan jumlah layar atau jam pertunjukan,” bunyi pasal 3 Permendikbud Nomor 34 Tahun 2019, dikutip Jumat (17/7/2026).

Perjanjian antara pengedar dan bioskop juga harus mencantumkan jumlah layar, jam pertunjukan, tanggal mulai tayang, serta cara pelaporan jumlah penonton.

Adapun pemerintah tidak menetapkan masa tayang yang sama bagi setiap film karena batas minimum penonton ditentukan dalam perjanjian masing-masing judul.

Pengusaha bioskop kemudian wajib melaporkan jumlah penonton setiap film kepada pemerintah pada akhir bulan berdasarkan lokasi dan jam pertunjukannya.

Di sisi lain, persaingan berlangsung di tengah jumlah layar yang berbeda pada setiap jaringan bioskop di Indonesia.

Per Maret 2026, Cinema XXI mengoperasikan 1.391 layar di 268 lokasi, sedangkan CGV tercatat memiliki 411 layar pada 72 bioskop. Cinépolis memiliki 282 layar di 56 lokasi berdasarkan data perusahaan pada 2025.

Jumlah layar itu harus dibagi dengan berbagai film yang beredar pada waktu bersamaan, termasuk judul baru yang masuk setiap pekan.

Film dengan animo tinggi dapat mempertahankan atau menambah jam pertunjukan, sedangkan jadwal film dengan penonton lebih rendah dapat dikurangi.

Kondisi itu terlihat pada Agak Laen: Menyala Pantiku! karya Muhadkly Acho yang bertahan selama 132 hari dengan meraih 11.000.866 penonton sejak dirilis pada 27 November 2025. Film ini mengakhiri penayangan pada 8 April 2026.

“Dengan 11.000.866 penonton, Agak Laen: Menyala Pantiku! resmi pamit dari bioskop setelah 132 hari penayangan,” tulis PH Imajinari melalui akun Instagram resminya, Kamis (9/4).

Sementara itu, masa tayang jauh lebih singkat dialami Langitku Rumahku karya Slamet Rahardjo Djarot pada 1989. Buku Menjegal Film Indonesia mencatat film tersebut dihentikan pada malam pertama karena tidak mencapai jumlah minimum penonton atau take off figure.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *