Ilustrasi Bawang Merah dan Bawang Putih. (Foto: PravadaNews/Gemini AI)

Beranda / Ekonomi / Harga Bawang Turun Pedagang Sayur Tersenyum

Harga Bawang Turun Pedagang Sayur Tersenyum

PravadaNews – Kabar menggembirakan datang dari perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional maupun modern.

Dalam beberapa hari terakhir, harga bawang yang menjadi salah satu kebutuhan pokok dapur masyarakat Indonesia tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, dikutip pada Rabu (15/4/2026) pukul 10:54 WIB, harga bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan sebesar 3,69 persen. Sebelum turun, harga bawang merah ukuran sedang di angka Rp53.300.

Saat ini, komoditas tersebut dijual dengan harga rata-rata Rp45.650 per kilogram. Penurunan ini memberikan angin segar bagi masyarakat, mengingat bawang merah merupakan bahan utama dalam berbagai masakan sehari-hari.

Tidak hanya bawang merah, harga bawang putih ukuran sedang juga mengalami penurunan yang lebih besar. Tercatat, harga bawang putih turun sebesar 7,33 persen dan kini berada di kisaran Rp37.300 per kilogram. Harga bawang putih ukuran sedang sebelumnya di angka Rp43.700. Penurunan ini dinilai cukup signifikan dan berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Baca juga: Bawang dan Beras Kompak Ngegas Harga

Sebelumnya, harga yang relatif tinggi membuat sebagian konsumen mengurangi pembelian atau mencari alternatif lain. Namun dengan kondisi harga yang lebih terjangkau, aktivitas jual beli kini mulai kembali normal.

Seorang pedagang sayur di perkampungan kawasan Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ikem mengatakan, stok bawangnya saat ini cukup melimpah. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penurunan harga di pasaran.

“Mumpung lagi turun, saya stok banyak, soalnya untuk kebutuhan jualan,” ujar pedagang sayur yang akrab disapa Mbak Ikem ini kepada PravadaNews.

Selain itu, distribusi yang semakin lancar dari daerah sentra produksi ke berbagai wilayah turut membantu menjaga stabilitas harga.

Di sisi lain, para pelaku usaha kuliner juga merasakan manfaat dari penurunan harga ini. Bawang merupakan bahan dasar penting dalam hampir semua jenis masakan, sehingga turunnya harga komoditas ini dapat menekan biaya produksi. Dengan demikian, pelaku usaha dapat menjaga harga jual tetap stabil tanpa harus mengorbankan kualitas.

Penurunan harga bawang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya hasil panen, kondisi cuaca yang relatif mendukung, serta kelancaran rantai pasok. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan distribusi juga dinilai berperan penting.

Meski harga saat ini sedang menurun, masyarakat tetap diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan agar harga tetap stabil dalam jangka panjang.

Pemerintah melalui instansi terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga komoditas pangan, termasuk bawang merah dan bawang putih. Langkah ini dilakukan guna memastikan harga tetap terjangkau serta menghindari potensi lonjakan yang dapat merugikan masyarakat.

Dengan adanya tren penurunan ini, diharapkan harga bawang dapat terus stabil dan mendukung daya beli masyarakat. Kondisi ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya sektor perdagangan dan usaha kecil menengah yang sangat bergantung pada harga bahan pokok.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *