PravadaNews – Komisi C DPRD DKI Jakarta meninjau uji coba operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai, Selasa (22/9/2026).
Terdapat tiga hal yang jadi sorotan. Yakni, peningkatan fasilitas layanan, penyesuaian jam operasional, hingga fasilitas pendukung integrasi moda transportasi
Sekretaris Komisi C Ismail mengapresiasi uji coba rute perpanjangan Velodrome–Manggarai sebagai sarana transportasi publik masyarakat Jakarta.
Menurut dia, pengelola harus segera mempersiapkan tiga aspek untuk mengoptimalkan pelayanan transportasi publik. Dari sisi waktu pelayanan, diupayakan mulai pukul 05.00-24.00 WIB.
“Saat ini masa uji coba baru dimulai dari pukul 05.30,” ujar Ismail dalam keterangannya di Jakarta.
Terkait persiapan rangkaian kereta, perlu mengantisipasi lonjakan penumpang di masa mendatang. Termasuk interval waktu kedatangan kereta (headway) yang masih berjarak 15 menit.
“15 menit ini waktu yang cukup lama. Sehingga mungkin akan menjadi bahan pertimbangan yang kurang menarik bagi masyarakat calon pengguna,” tutur Ismail.
Ismail juga mengimbau pengelola mengevaluasi kelayakan fasilitas bagi penyandang disabilitas dan aksesibilitas pejalan kaki di Stasiun Manggarai.
Berdasarkan pantauan, sejumlah akses masih kurang memadai. Antara lain, akses anak tangga dan eskalator terbilang sempit.
“Kita bisa lihat contoh sekarang anak tangganya yang secara luas lebarnya tuh kurang ya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Eskalatornya juga sempit. Nah, ini saya pikir masih ada waktu untuk bisa segera dibenahi,” tegas Ismail.
Meski demikian, politisi PKS itu mengajak seluruh warga Jakarta mulai beralih menggunakan transportasi publik. Khususnya berbasis rel, seperti LRT dan MRT. Transportasi tersebut membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara.
“Ketika semua sudah terhubung, layanan transportasi publik berbasis rel inilah sebenarnya menjadi solusi bagi Jakarta untuk mengatasi masalah kemacetan,” kata Ismail.
Pada kesempatan itu, Vice President Corporate Secretary PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) Muhammad Alfin Rinaldinsyah menegaskan, bersama PT. LRT Jakarta segera menindaklanjuti catatan dari Komisi C.
Utamanya, penyediaan fasilitas pedestrian yang terintegrasi dengan moda transportasi lain di kawasan Manggarai. Dalam waktu dekat, pihaknya menyiapkan jalur alternatif atau jalur pedestrian baru untuk masyarakat.
“Sehingga mudah ketika mereka berjalan dari KRL Manggarai, Halte TransJakarta Manggarai, termasuk menuju ke LRT Manggarai,” ungkap Alfin.
Pembukaan stasiun di sepanjang rute Kelapa Gading–Manggarai, lanjut dia, secara bertahap sesuai kajian teknis. Masyarakat pengguna diharapkan bersabar menyikapi proses penyempurnaan fasilitas layanan operasional tersebut.
“Memang perlu kita tindak lanjuti dan mengambil langkah-langkah yang inklusif. Masyarakat bisa mendapatkan keamanan dan kenyamanan saat menggunakan LRT Manggarai,” tutur Alfin.
Dengan begitu, harap Alfin, kehadiran LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai mampu mendorong masyarakat beralih dari pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum berbasis rel.
Langkah tersebut selaras dengan visi Pemprov DKI Jakarta menuju kota global. Mendukung percepatan net zero emission.
“Gubernur membangun LRT ini ingin merubah mindset dari seluruh masyarakat Jakarta bahwa menggunakan LRT atau menggunakan transportasi yang disediakan oleh pemerintah,” pungkas Alfin.














