Ilustrasi wisatawan mancanegara (wisman) saat ke Indonesia. (Foto: Dok. Sekretariat Kabinet)

Beranda / Infotaiment / Kunjungan Wisman Indonesia Tembus 8,98 Juta hingga Juli 2026

Kunjungan Wisman Indonesia Tembus 8,98 Juta hingga Juli 2026

PravadaNews – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke indonesia mencapai 8,98 juta sepanjang Januari-Juli 2026. Kedatangan ini meningkat 5,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya tercatat 8,53 juta kunjungan. 

Berdasarkan wilayah asal wisatawan, pertumbuhan kunjungan tertinggi berasal dari asia dan lainnya sebesar 8,69%, Asia Tenggara 7,32%, serta Oseania 7,26%.

Seiring membaiknya kondisi di timur tengah, kunjungan wisatawan dari kawasan tersebut kembali mencatatkan pertumbuhan positif. Sedangkan di pasar Eropa masih mengalami kontraksi meski mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan sektor pariwisata Indonesia tetap memiliki daya tahan  di tengah kondisi global yang dinamis. 

“Capaian ini tentu patut kita syukuri. Namun pada saat yang sama, situasi global masih sangat dinamis. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan memastikan agar momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun,” tutur Widiyanti dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2026). 

Pertumbuhan kunjungan wisatawan tersebut juga berdampak terhadap penerimaan devisa pariwisata. Diketahui pada triwulan II 2026, devisa pariwisata tercatat mencapai 4,39 miliar dolar AS atau setara Rp76,99 triliun.

“Bagi kami, angka ini penting. Karena pariwisata bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang mereka tinggalkan di Indonesia dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Menpar Widi.

Selain wisman, sektor pariwisata juga ditopang oleh perjalanan wisatawan nusantara. Sepanjang Januari-Juli 2026, perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai 737,85 juta perjalanan atau tumbuh 3,34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 713,98 juta perjalanan.

Sementara itu, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri pada periode Januari-Juli 2026 mencapai 5,26 juta perjalanan. Angka ini turun 3,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang diperkirakan mencapai sekitar 5,44 juta perjalanan.

Kondisi tersebut membuat jumlah perjalanan wisatawan nusantara lebih tinggi sekitar 732,59 juta perjalanan dibandingkan perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri. Perbedaan mobilitas itu menunjukkan aktivitas perjalanan domestik masih menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional.

Adapun kinerja akomodasi juga menunjukkan penguatan dengan tingkat okupansi hotel mencapai 49,13% sepanjang Januari-Juli 2026.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menjelaskan pertumbuhan pariwisata tidak hanya dihitung dari jumlah wisatawan, tapi juga dari manfaat ekonomi yang dihasilkan selama perjalanan.

“Yang ingin kita dorong adalah bagaimana perjalanan tersebut menghasilkan lama tinggal, belanja wisatawan, aktivitas usaha, serta manfaat ekonomi di destinasi,” ucap Ni Luh dalam kesempatan yang sama.

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *