PravadaNews – Pemerintah daerah (pemda) diminta memperhatikan komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi karena konsumsi rumah tangga menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi nasional.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan pertumbuhan ekonomi dibangun oleh empat komponen utama, yakni konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, serta keseimbangan ekspor dan impor.
Tito menjelaskan, konsumsi rumah tangga memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat dalam melakukan belanja sehingga menjadi indikator penting dalam melihat pergerakan ekonomi.
“Komponen utama pertumbuhan ekonomi yang pertama adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menyumbang hampir 50 persen angka pertumbuhan ekonomi,” kata Tito, Jumat (11/9/2026).
Selain konsumsi masyarakat, Tito menyebut belanja pemerintah pusat maupun daerah juga menjadi komponen dalam mendorong perputaran ekonomi melalui realisasi anggaran.
“Belanja pemerintah ini sangat penting untuk meyakinkan bahwa uang pemerintah beredar di masyarakat sehingga bisa memancing dan menstimulasi sektor swasta,” tutur Mendagri tersebut.
Tito menambahkan, investasi serta keseimbangan ekspor dan impor juga menjadi bagian dari komponen pertumbuhan ekonomi yang perlu diperkuat oleh pemerintah.
Selain itu, potensi sumber daya alam (SDA) daerah seperti kelapa sawit, nikel, batu bara, gas, hingga sektor perikanan menjadi salah satu jalur produksi yang dapat mendukung perekonomian nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61% secara tahunan dengan konsumsi rumah tangga menjadi komponen pengeluaran terbesar terhadap PDB.
BPS mencatat konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi 54,36% terhadap PDB dengan pertumbuhan sebesar 5,52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.















