Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: dok Kemenhaj RI)

Beranda / Politik / KBIHU Diingatkan Usai Insiden Jabal Magnet

KBIHU Diingatkan Usai Insiden Jabal Magnet

PravadaNews – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak memperingatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mematuhi aturan otoritas haji setelah insiden kecelakaan jemaah di kawasan Jabal Magnet, Arab Saudi.

Dahnil menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menimpa jemaah dari kloter SUB02 (Surabaya 02) dan JKS01 (Bekasi).

Dahnil menyebut rombongan tersebut mengikuti kegiatan di luar program resmi berupa city tour yang diinisiasi dua KBIHU, yakni Nurul Harmain Probolinggo dan Al-Azhar Jakarta.

“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya turut berduka cita terhadap jemaah yang mengalami kecelakaan,” kata Dahnil dalam keterangannya, dikutip Jumat (1/5/2026).

Baca juga : Kemenhaj Prioritaskan Keselamatan Jemaah

Menurut Dahnil, kegiatan tersebut dilakukan tanpa izin dan koordinasi dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Dahnil menilai pelanggaran itu sebagai tindakan serius yang dapat membahayakan keselamatan jemaah.

“Kami pastikan KBIHU yang tidak menaati aturan tidak hanya diperingatkan, tapi akan segera kami cabut izinnya,” ujar Dahnil.

Dahnil juga menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap KBIHU yang terbukti mengarahkan jemaah ke kegiatan di luar ketentuan resmi.

“Langkah ini disebut penting untuk menjaga keselamatan dan ketertiban pelaksanaan ibadah haji,” ucap Dahnil.

Dahnil juga mengingatkan jemaah agar tidak melakukan aktivitas berlebihan selama di Tanah Suci, seperti city tour atau belanja yang menguras tenaga, karena dapat berdampak pada kesiapan menghadapi puncak ibadah haji.

“Fokuslah pada ibadah utama. Jangan melakukan kegiatan yang melelahkan,” kata Dahnil.

Dahnil menyebut pemerintah telah menyediakan fasilitas ziarah resmi secara gratis ke sejumlah lokasi, seperti Masjid Qiblatain dan Masjid Quba, sehingga jemaah tidak perlu mengikuti program tambahan berbayar.

Selain itu, Dahnil menyoroti potensi praktik komersialisasi layanan ibadah, termasuk umrah berulang, badal, hingga penyewaan kursi roda. Dahnil menegaskan seluruh layanan tersebut telah difasilitasi pemerintah tanpa biaya tambahan.

“Kami mengimbau jemaah berhati-hati terhadap oknum yang menjadikan jemaah sebagai komoditas,” ujar Dahnil

Dahnil juga meminta jemaah aktif melapor kepada petugas resmi jika menemukan indikasi pelanggaran atau penipuan selama berada di Arab Saudi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *