Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat (Kiri) dan Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari (Kanan) saat ditemui di Stasiun MRT Blok A. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Naming Rights Buka Bisnis Baru MRT

Naming Rights Buka Bisnis Baru MRT

PravadaNews – Stasiun kereta bawah tanah tak lagi sekadar menjadi tempat penumpang datang dan pergi. Di tengah padatnya arus mobilitas warga Jakarta, nama sebuah stasiun mulai memiliki nilai ekonomi tersendiri.

Nama yang setiap hari dibaca, disebut, dan didengar ribuan penumpang kini dapat menjadi ruang baru bagi perusahaan untuk membangun kedekatan dengan konsumennya.

Peluang tersebut dimanfaatkan PT MRT Jakarta melalui skema naming rights atau hak penamaan stasiun. Dengan skema ini, ruang publik yang selama ini identik dengan layanan transportasi berkembang menjadi bagian dari strategi kerja sama komersial, sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi operator.

Langkah tersebut kembali berlanjut setelah Stasiun Blok A resmi menggandeng Visa pada Selasa (11/8/2026). Nama dan identitas perusahaan kini hadir berdampingan dengan nama stasiun yang menjadi bagian dari jaringan mobilitas masyarakat Jakarta.

Kerja sama itu bukan menjadi langkah terakhir. MRT Jakarta masih membuka peluang serupa untuk dua stasiun lainnya. Artinya, di tengah ribuan perjalanan yang berlangsung setiap hari, stasiun bukan hanya menjadi titik perpindahan penumpang, tetapi juga mulai dipandang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kepentingan transportasi, bisnis, dan merek.

“Penjajakan kan sudah ada, peminat juga sudah ada. Kita sudah berkomunikasi terus dengan para potensial mitra kita untuk bekerja sama di dua stasiun tersebut,” ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat saat ditemui di Stasiun MRT Blok A.

Calon mitra berasal dari beberapa sektor usaha hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun, pihak MRT belum mengungkap perusahaan maupun stasiun yang masuk dalam penjajakan tersebut.

Adapun daya tarik bisnis ini salah satunya ditopang pergerakan penumpang di setiap stasiun. Khusus Stasiun Blok A Visa, sekitar 250 ribu orang tercatat keluar dan masuk setiap bulan.

Sementara secara keseluruhan, MRT Jakarta melayani 4.509.047 pelanggan sepanjang Juni 2026. Arus pengguna tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk memperkuat visibilitas mereknya di stasiun.

Namun, MRT tidak hanya menawarkan pencantuman nama kepada calon mitra. Kerja sama juga dapat dikembangkan sesuai bidang usaha dan kebutuhan perusahaan yang terlibat.

“Yang terpenting buat kita adalah nantinya semua mitra yang tampil sebagai naming rights MRT itu tidak hanya mendapatkan aspek branding, tapi kita juga akan mendukung dalam kolaborasi berikutnya sehingga mereka punya manfaat dari bekerja sama dengan kita lebih jauh,” ujar Tuhiyat.

Karena itu, naming rights menjadi pintu masuk bagi kerja sama bisnis yang lebih luas. Meski demikian, nilai dan jangka waktu kontrak Blok A Visa belum dipublikasikan karena menjadi bagian dari kesepakatan kedua pihak.

Sebagai informasi, Visa menjadi salah satu perusahaan yang masuk melalui skema tersebut di Stasiun Blok A. 

Bagi Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari, hak penamaan ini tidak hanya digunakan untuk menempatkan merek, tapi juga membuka kerja sama dengan MRT.

“Hari ini tentunya menjadi momen yang sangat penting dan sangat berarti bagi Visa, karena bagi kami ini bukan sekadar satu peresmian dari perubahan nama stasiun menjadi Blok A Visa, tapi ini adalah suatu bentuk kolaborasi,” jelas Vira dalam kesempatan yang sama.

Pemilihan Blok A kemudian didukung karakter kawasan yang memiliki mobilitas masyarakat dan aktivitas usaha cukup tinggi. Vira menyebut, area tersebut juga menjadi tempat bertemunya komunitas dan pekerja kreatif.

Karena itu, kerja sama diarahkan agar tidak berhenti pada penempatan nama perusahaan di stasiun. Visa masih membuka peluang untuk mengembangkan bentuk kolaborasi lain bersama MRT.

“Kami juga berharap kolaborasi ini tentunya tidak hanya stop di sini,” lanjut pihak dari Visa ini.

Dengan pola tersebut, naming rights memberi MRT ruang untuk mengembangkan bisnis stasiun sekaligus membuka kerja sama lanjutan dengan perusahaan yang menjadi mitranya.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *