Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi. (Foto: Dok. Tangkapan Layar Youtube OJK)

Beranda / Ekonomi / OJK Sebut IHSG Masih Punya Ruang Pulih dari Tekanan Pasar

OJK Sebut IHSG Masih Punya Ruang Pulih dari Tekanan Pasar

PravadaNews – Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang September 2026 belum menutup ruang pemulihan pasar saham domestik meski arus modal asing dan ketidakpastian global masih membayangi pergerakan indeks.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mencatat IHSG menutup September pada level 6.071,14 atau turun 6,96% dibandingkan bulan sebelumnya, sementara investor asing membukukan penjualan bersih Rp10,24 triliun.

Menurut Hasan, pelemahan tersebut dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari ketidakpastian geopolitik, gangguan distribusi komoditas, kenaikan harga hingga arah suku bunga global yang tetap tinggi dalam waktu lebih lama.

Pergerakan IHSG yang sempat berbalik dari posisi terendah tahun ini membuat OJK masih melihat kemungkinan pasar kembali membaik.

“Pembalikan IHSG dari titik terendahnya di tahun ini, yaitu di bulan Juni yang lalu, sedikitnya menunjukkan adanya ruang untuk pemulihan kondisi pasar ke depan,” ungkap Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Senin (5/10/2026).

Namun, Hasan menilai arah IHSG belum terlepas dari perubahan kondisi global dan kemampuan perusahaan tercatat menjaga kinerjanya di tengah tekanan pasar.

“Tentu ke depan kami di OJK tetap optimistis terkait dengan peluang pemulihan pasar domestik, meskipun pergerakannya masih akan terus dipengaruhi berbagai dinamika kondisi global dan kinerja fundamental emiten di Bursa Efek Indonesia,” ujar Hasan.

Selain itu, Hasan mencermati penyesuaian strategi investor asing serta perhatian pasar terhadap dinamika kebijakan dalam negeri dan hasil penilaian penyedia indeks global.

Karenanya, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan memperkuat transparansi, tata kelola, perlindungan investor dan pendalaman pasar untuk menjaga kepercayaan investor lokal maupun asing.

Di tengah tekanan ini, IHSG berbalik menguat pada perdagangan Selasa (6/10) dan ditutup di level 6.192,93 atau naik 74,07 poin setara 1,21% dari penutupan sebelumnya di 6.118,86.

Penguatan berlangsung cukup luas dengan 511 saham naik, 198 saham turun dan 254 saham tidak berubah, sedangkan volume perdagangan mencapai 46,99 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp12,27 triliun.

Seluruh indeks sektoral juga berakhir di zona hijau, dengan sektor transportasi naik 3,17%, teknologi 3,09% dan energi 2,67%, sehingga posisi IHSG pada akhir perdagangan kembali berada di atas level 6.100 setelah menutup September di 6.071,14.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *