Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai (Foto: dok Instagram @natalius-pigai)

Beranda / Nasional / Pigai Bantah Narasi soal Koperasi Merah Putih

Pigai Bantah Narasi soal Koperasi Merah Putih

PravadaNews – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks di media sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Pigai menilai fenomena tersebut tidak hanya dilakukan oleh akun anonim, tetapi juga melibatkan sejumlah tokoh intelektual yang memiliki pengaruh besar di ruang publik, sehingga berpotensi membentuk opini yang keliru dan memicu polarisasi di tengah masyarakat.

Pigai pun menyoroti nama Indra J. Piliang dan Imam Shamsi Ali sebagai contoh tokoh yang disebut turut menyebarkan informasi yang dinilainya tidak benar.

Pigai membantah narasi yang beredar di akun media sosial X milik Imam Shamsi Ali yang menyebut dirinya mengajak masyarakat berbelanja di Koperasi Merah Putih (KMP) sebesar satu juta rupiah setiap bulan untuk meningkatkan omzet dan menambah gaji manajer koperasi. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak pernah disampaikannya.

Ia juga membantah narasi lain yang beredar di akun X milik Indra J Piliang mengenai rencana pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang disebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti jejaring masyarakat adat, dukun, aktivis, jurnalis, hingga pejabat tinggi kementerian/lembaga.

Pigai menegaskan dirinya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana dinarasikan dalam unggahan tersebut.

“Saya tegaskan, komentar resmi saya hanya ada di akun media sosial X milik saya saja,” tegas Pigai, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Pigai juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta publik mengutamakan informasi yang berasal dari media massa yang kredibel dan telah menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik, seperti Tempo, Kompas, Antara, detikcom, Tirto, Kumparan, Tribun, dan media terpercaya lainnya.

“Jangan lagi percaya sumber tidak jelas!,” pesan Pigai.

Dalam kesempatan tersebut, Pigai juga menyampaikan penilaiannya terhadap kedua tokoh tersebut. Menurutnya, penyebaran informasi yang dinilainya tidak benar telah menurunkan kredibilitas pihak yang menyebarkannya.

Pigai menegaskan pentingnya tanggung jawab setiap tokoh intelektual dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun disinformasi.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *