Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai peluncuran buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di Jakarta International Conventional Center (JICC), Jakarta. (Foto: Dok. Nur Aida/PravadaNews) 

Beranda / Ekonomi / Potensi Kerugian Rp200 Triliun Akibat Pencurian Ikan Indonesia

Potensi Kerugian Rp200 Triliun Akibat Pencurian Ikan Indonesia

PravadaNews — Indonesia berpotensi kehilangan pendapatan hingga Rp200 triliun per tahun akibat aksi pencurian ikan oleh kapal asing di wilayah perairan nasional. Kondisi tersebut dinilai dapat melemahkan posisi dan daya saing nelayan lokal.

Hal ini diungkap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang mengutip data dari Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. 

Menurutnya, maraknya pencurian ikan terjadi karena armada nelayan Indonesia masih kalah bersaing dengan kapal asing.

“Kata Pak Trenggono, Menteri KKP, ikan kita dicuri per tahun kira-kira Rp200 triliun lebih oleh nelayan dari negara lain. Mereka nelayannya tangguh dan makmur karena punya kapal-kapal besar, sementara kita tidak punya,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas tersebut dalam peluncuran buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di Jakarta Convention Center (JICC), Jakarta, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Keterbatasan armada dan fasilitas, jelasnya, membuat nelayan domestik tidak memiliki daya tawar yang kuat. Hasil tangkapan kerap terpaksa dijual murah karena minimnya sarana penyimpanan agar ikan tidak membusuk.

Zulhas menyebut, Indeks Nilai Tukar Nelayan (NTN) berada di angka 103, yang mengindikasikan tingkat kesejahteraan kelompok itu masih perlu didorong dari desil terbawah.

“Kalau nelayan tidak dibantu beras atau bantuan tunai, mereka kesulitan untuk makan dan menyekolahkan anak,” tambah Zulhas.

Sementara itu, berdasarkan data statistik resmi dari portal data KKP per Juli 2026, NTN mencatatkan tren positif di angka 108,49, atau naik 0,95% dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, indeks harga yang diterima nelayan mencapai 136,24, sedangkan indeks harga yang dibayar nelayan tercatat sebesar 125,58.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan angka NTN dapat meningkat di atas 120 melalui optimalisasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Hingga akhir 2026, sebanyak 1.369 KNMP ditargetkan selesai dibangun sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk merealisasikan 5.000 KNMP pada tahun 2029.

Adapun sebanyak 65 KNMP dilakukan uji coba operasional tahap I pada Agustus 2026, Dalam uji coba tersebut, sebanyak 273,6 ton ikan dari sejumlah lokasi telah dikirim ke berbagai tujuan dengan nilai mencapai Rp11,10 miliar. 

Fasilitas di KNMP yang sudah dibangun ini meliputi infrastruktur terintegrasi dari hulu ke hilir, seperti dermaga tambatan kapal, SPBU nelayan, pabrik es, hingga sentra kuliner.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *