Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto: Kemensos)

Beranda / Nasional / Seleksi Sekolah Rakyat Tanpa Titipan

Seleksi Sekolah Rakyat Tanpa Titipan

PravadaNews – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, proses seleksi siswa dalam program Sekolah Rakyat dilakukan secara ketat berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tanpa melalui mekanisme pendaftaran terbuka seperti pada umumnya.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan program benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Pemerintah, melalui tim terkait, melakukan penjangkauan langsung ke keluarga sasaran guna memverifikasi kondisi di lapangan, sehingga bantuan pendidikan yang diberikan dapat tepat sasaran, transparan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada praktik yang melanggar ketentuan. Semua harus benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan,” tegas Gus Ipul dikutip dari laman Kemensos, Minggu (19/4/2026).

Gus Ipul juga memastikan kendala di lapangan relatif minim dan hanya memerlukan perbaikan ringan pada fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan.

“Kita optimistis seluruh persiapan, termasuk renovasi ringan, dapat selesai pada akhir April sehingga kegiatan bisa dimulai awal Mei,” pungkas Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Bisma Staniarto menyampaikan, dari total 56 bangunan di kawasan STIP, terdapat empat bangunan dan dua fasilitas olahraga yang diizinkan untuk dimanfaatkan sebagai Sekolah Rakyat.

Empat bangunan tersebut tersebar di Asrama Taruna E, Taruna J, Wisma Bahari II, dan Nautika, serta didukung dua lapangan tenis dan dua lapangan sepak bola.

“Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan sekitar 100 siswa, didukung dua tenaga pembimbing dan 18 tenaga pengajar,” ujar Bisma.

Hasil survei menunjukkan secara struktur, bangunan di STIP masih dalam kondisi sangat layak. Tidak ditemukan kerusakan pada fondasi, kolom, balok, maupun atap.

Dari sisi arsitektur, hanya terdapat kerusakan ringan seperti perbaikan plesteran, pintu, dan jendela, serta penggantian beberapa komponen minor. Sementara untuk utilitas, perbaikan difokuskan pada penggantian lampu yang tidak berfungsi. Dengan kondisi tersebut, perbaikan diproyeksikan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

“Kami optimistis akhir April seluruh perbaikan bisa dituntaskan dan gedung siap digunakan pada awal Mei,” jelas Bisma.

Selain STIP, pemerintah juga tengah menyiapkan lokasi lain, termasuk kawasan milik Lembaga Administrasi Negara (LAN), dengan kondisi bangunan yang relatif serupa dan kapasitas yang juga ditargetkan sekitar 100 siswa.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *