PravadaNews – Pasokan beras di tengah aktivitas perdagangan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, disebut berada dalam kondisi aman.
Ketersediaan stok bahkan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar, dengan kualitas beras yang tetap terjaga.
Kondisi tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari setelah berdialog langsung dengan berbagai elemen pelaku pasar di Pasar Induk Beras Cipinang.
Mulai dari pemilik kios, tenaga bongkar muat, hingga sopir truk pengangkut beras menjadi bagian dari interaksi untuk melihat secara langsung kondisi pasokan komoditas pangan tersebut.
Dari hasil dialog tersebut, Abdul Kharis menegaskan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang berada dalam kondisi sangat aman dan mencukupi.
Beras yang masuk ke pasar tersebut juga disebut memiliki kualitas yang baik, dengan pasokan didatangkan dari berbagai daerah penghasil beras di Indonesia.
“Kita saksikan tadi dari para pelaku pasar, pemilik kios, para tenaga angkut, sopir-sopir truk yang mengangkut beras ke Cipinang dari daerah-daerah asal beras. Yang membanggakan adalah stoknya cukup, aman, tersedia, dengan kualitas yang bagus,” ujar Abdul Kharis dikutip dari laman dpr.go.id, Sabtu (3/10/2026).
Tak hanya itu, Legislator Fraksi PKS tersebut juga memastikan berdasarkan laporan langsung dari para pengelola kios, tidak ditemukan adanya peredaran beras impor di Pasar Induk Beras Cipinang.
Seluruh pasokan beras murni berasal dari produksi dalam negeri.
Menurutnya, meski margin keuntungan pedagang mungkin sedikit menyesuaikan, para pelaku pasar tetap menyambut positif kondisi ini karena tingginya ketersediaan pasokan membuat konsumen dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau, sementara petani di daerah juga turut merasakan kesejahteraan.
“Masyarakat konsumen senang karena beras tersedia dengan harga yang cukup, dan petani juga bahagia. Jadi keuntungannya mungkin berkurang sedikit, tapi bahagia bareng-bareng baik petaninya maupun konsumennya,” imbuh Abdul Kharis.
Terkait stabilitas harga, Abdul Kharis mengungkapkan harga beras di pasaran terpelihara dengan stabil dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak terpengaruh oleh gejolak musiman.
Stabilitas ini terjaga dengan baik berkat kecukupan stok yang memadai di tingkat gudang dan pasar.
Ke depan, Abdul Kharis mengungkapkan Komisi IV berkomitmen untuk terus mengawal stabilitas harga serta pasokan pangan nasional, termasuk memperkuat koordinasi dalam menjaga cadangan pangan pemerintah bersama Perum Bulog.
Bulog sendiri memastikan kesiapan penuh dalam mem-back up kebutuhan beras secara nasional dengan total cadangan mencapai 4,8 juta ton yang didominasi oleh beras kualitas baru.
“Yang kita lakukan tentunya kita jaga stabilitas harga beras, jaga stabilitas pasokan beras. Nah, tadi dari Bulog juga ikut hadir dan sampaikan bahwa mereka sekarang benar-benar mampu mem-back up atau menyediakan kebutuhan beras seluruh Indonesia dengan cadangan yang ada di Bulog sekarang 4,8 juta ton. Dan rata-rata beras yang relatif masih baru, umurnya belum terlalu tua,” pungkas Abdul Kharis















