PravadaNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Secure America Act di Washington pada Rabu (10/6/2026) waktu setempat.
Undang-undang tersebut mengatur pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri, Customs and Border Protection, dan Immigration and Customs Enforcement hingga tahun fiskal 2029.
Kebijakan itu menjadi bagian dari agenda keamanan perbatasan AS dan penegakan imigrasi federal. Gedung Putih menyebut Secure America Act memberikan sumber daya untuk menjaga perbatasan, memberantas perdagangan manusia, menghentikan peredaran narkoba, membongkar kartel kriminal, dan menegakkan hukum imigrasi Amerika Serikat.
Trump mengatakan penandatanganan Secure America Act dilakukan untuk memastikan lembaga keamanan dalam negeri tetap memiliki pendanaan. “Pagi ini, saya menandatangani Secure America Act untuk mendanai Departemen Keamanan Dalam Negeri hingga akhir masa jabatan saya,” kata Trump.
Baca Juga: Persaingan AI Global Masuki Babak Baru
Presiden Amerika Serikat itu menyampaikan bahwa pendanaan tersebut diarahkan untuk mendukung petugas keamanan yang bekerja di bidang imigrasi dan perbatasan. Dukungan anggaran itu mencakup kebutuhan Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Border Patrol dalam menjalankan penegakan hukum.
Trump juga menegaskan bahwa pemerintah federal akan memberi dukungan kepada aparat yang bertugas menjaga wilayah perbatasan Amerika Serikat. “Kami akan memberi petugas ICE dan Patroli Perbatasan dukungan serta sumber daya yang diperlukan untuk menjaga Amerika tetap aman,” ujar Presiden AS itu.
Secure America Act mengalokasikan dana untuk lembaga penegakan imigrasi dan keamanan perbatasan hingga 2029. Paket pendanaan tersebut mencakup ICE, Customs and Border Protection atau CBP, serta tambahan anggaran bagi Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Sementara itu, dari jalur legislatif, Senator John Barrasso menyampaikan dukungan terhadap Secure America Act sebagai bagian dari agenda keamanan nasional. Barrasso menyebut rancangan tersebut berhubungan dengan pendanaan aparat, pelatihan Secret Service, dan pengamanan agenda besar di Amerika Serikat.
Barrasso menyebut Secure America Act diposisikan untuk memperkuat perlindungan terhadap warga dan komunitas di berbagai wilayah. “Secure America Act akan membuat Amerika lebih aman, memperkuat pelatihan Secret Service, dan menjaga keamanan acara besar nasional,” jelas Barrasso dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (11/6).
Secara keseluruhan, kebijakan America Secure Act memperlihatkan penguatan arah keamanan domestik Amerika Serikat yang berdampak pada struktur institusi, anggaran, serta dinamika politik imigrasi. Implementasi kebijakan ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan dalam perdebatan kebijakan keamanan nasional di Amerika Serikat.















