PravadaNews – Kain batik tak sekadar menjadi warisan budaya yang terus dipertahankan, tetapi juga menjadi salah satu wajah produk lokal Indonesia di pasar global.
Semangat tersebut akan dibawa delapan pelaku UMKM asal Surakarta ke ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Kedelapan UMKM tersebut akan memperkenalkan beragam produk yang didominasi batik dengan mengangkat kekayaan kultur lokal Surakarta.
Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus mengenalkan produk berbasis budaya kepada calon pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Selain mengejar peluang perdagangan, partisipasi dalam TEI 2026 juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produk budaya lokal agar tetap relevan dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menyebut TEI menjadi dukungan bagi pemerintah daerah mengenalkan dan mengangkat citra produk berbasis kultur asli setempat.
Menurutnya, batik tulis menjadi fokus dalam produk yang akan ditampilkan pada TEI 2026.
“Produk yang akan ditampilkan di TEI 2026 didominasi oleh batik karena kami ingin fokus pada pelestarian batik. Khususnya untuk memperlihatkan bahwa batik tulis terus kami kembangkan dengan serius,” ujar Astrid dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).
Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau kesiapan dan potensi produk industri kreatif lokal di Sukoharjo dan Surakarta. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan produk unggulan daerah yang akan ditampilkan dalam TEI 2026 serta mendorong inovasi agar semakin kompetitif.
Dalam kunjungan itu, Roro mendatangi sentra inovasi rotan Reka Design di Desa Trangsan, Sukoharjo. Produk furnitur berbahan rotan dari UMKM tersebut telah menembus pasar Eropa dan Amerika serta melibatkan ratusan perajin di Desa Trangsan.
“Kami melihat Reka Design dan UMKM di Desa Devisa Rotan ini benar-benar menghadirkan efek pengganda yang positif. Misalnya dengan merangkul ratusan perajin yang tersebar di seluruh Desa Trangsan,” ujar Roro.
Roro turut menekankan pentingnya regenerasi keahlian perajin agar kearifan lokal tetap terjaga. Ia juga menyoroti kelancaran rantai pasok industri rotan melalui kerja sama lintas daerah untuk menjamin pasokan bahan baku.















