PravadaNews – Antonio Tajani kembali mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah, dengan penekanan pada pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz secara aman.
Seruan tersebut disampaikan Tajani dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, di tengah meningkatnya ketegangan regional. Tajani meminta Teheran segera mengambil langkah konstruktif untuk meredakan krisis.
“Sangat penting untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata yang menjamin pembukaan kembali Selat Hormuz dengan aman,” kata Tajani dalam pernyataannya di platform X dikutip Kamis (23/4/2026).
Baca juga : Spanyol Minta UE Hentikan Relasi kepada Israel
Selain isu jalur energi global, Italia juga menyoroti pentingnya stabilitas di Lebanon. Tajani menegaskan prioritas negaranya adalah terciptanya gencatan senjata berkelanjutan di negara tersebut, seraya mendorong semua pihak berkomitmen pada perdamaian jangka panjang.
Tajani juga mengajak Iran memperbaiki hubungan dengan negara-negara Teluk sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan kawasan.
Di tengah dinamika tersebut, Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran. Langkah itu, menurut dia, untuk memberi waktu bagi penyusunan proposal terpadu menyusul permintaan dari pihak Pakistan.
Namun situasi di lapangan masih menunjukkan ketidakpastian. Gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya dijadwalkan berakhir, sementara kesepakatan penghentian konflik selama 10 hari antara Lebanon dan Israel baru mulai berlaku pekan lalu.















