PravadaNews – Komando militer pusat Iran memperingatkan, pembajakan, blokade, dan perampokan terhadap maritim yang dilakukan pasukan Amerika akan dibalas dengan respons tegas dari angkatan bersenjata Iran.
Pernyatan itu disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (25/4/2026).
“Jika militer AS yang agresif terus melakukan blokade, pembajakan, dan perampokan maritim di kawasan ini, mereka dapat yakin akan menghadapi reaksi dari angkatan bersenjata Iran yang kuat,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, melansir Press TV dikutip pada Minggu, (26/4/2026).
Baca Juga: Eropa Usul Perkuat Misi Selat Hormuz
Markas besar tersebut menekankan, militer Iran memiliki kekuatan dan kesiapan yang lebih besar daripada sebelumnya untuk mempertahankan kedaulatan negara, integritas teritorial, dan kepentingan nasional.
Markas besar tersebut mengingatkan Washington bahwa sebagian militer AS telah mengalami kekuatan dan kemampuan ofensif Iran selama agresi AS-Israel terbaru terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari.
Pernyataan tersebut lebih lanjut menegaskan tekad negara itu untuk memantau pergerakan musuh di kawasan tersebut sambil mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz yang strategis.
“Kami siap dan bertekad untuk menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi pada agresor Zionis-Amerika jika terjadi pelanggaran baru,” tambah pernyataan itu.
Ketegangan meningkat ketika blokade angkatan laut yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan dan kapal Iran, serta upaya Amerika untuk melakukan operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz.













