PravadaNews – Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan terobosan diplomatik Iran baru-baru ini merupakan tanda kehormatan bagi bangsa Iran dalam melawan para penindas dunia.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian setelah nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan diselesaikan pada Senin (15/6/2026).
Pezeshkian berterima kasih kepada tim negosiasi, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Pezeshkian menekankan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari “kohesi, empati, dan koordinasi yang patut dicontoh” di antara tiga cabang pemerintahan Iran dan angkatan bersenjatanya.
“Kekhawatiran dan kemarahan rezim Zionis atas proses ini adalah bukti nyata keberhasilan dan kemenangan bangsa Iran,” kata Pezeshkian, melansir dari Kantor Berita IRNA.
“Dengan rahmat Tuhan, jalan ini akan terus berlanjut dengan penuh wibawa.”
Baca Juga: Pakistan: Gencatan Senjata Iran-AS Tercapai
Presiden menekankan bahwa implementasi penuh perjanjian tersebut, asalkan pihak lain mematuhi komitmennya, dapat membuka jalan untuk menyelesaikan banyak masalah regional dan menciptakan kondisi baru di panggung internasional.
Pezeshkian meyakinkan bangsa bahwa tim negosiasi yang akan dikirim untuk menandatangani dokumen tersebut tidak akan menyimpang dari kerangka kerja dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei.
“Semua tindakan akan dilakukan dalam kerangka kepentingan nasional dan garis merah yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Pezeshkian.
Presiden memuji bimbingan dan dukungan Pemimpin sebagai faktor penentu dalam mencapai terobosan diplomatik tersebut. “Tanpa arahan dan dukungannya, pencapaian seperti itu tidak mungkin terwujud,” kata Pezeshkian.
Pezeshkian juga menekankan pentingnya memperluas hubungan dengan negara-negara Islam dan negara-negara tetangga. “Negara-negara Islam adalah saudara kita, dan kita harus berupaya untuk memperkuat hubungan dan kerja sama timbal balik. Pendekatan ini harus menjadi keyakinan dan strategi bersama di antara semua pejabat pemerintah,” pungkas Pezeshkian.















