Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (Foto: dok Instagram @mendagri.official)

Beranda / Nasional / Tito Soroti Inflasi dan Peran TNI

Tito Soroti Inflasi dan Peran TNI

PravadaNews – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya pengendalian inflasi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan nasional.

Tito menyebut stabilitas harga tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan keamanan dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Tito saat memberikan pengarahan dalam Apel Komandan Satuan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2026 di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dalam forum tersebut, Tito mengaitkan inflasi dengan isu survival bangsa di tengah dinamika global.

“Inflasi penting untuk menjaga ketahanan nasional kita dari infiltrasi atau tekanan dari luar negeri. Kita mungkin tahu bahwa di dalam politik internasional, ini masalah survival bangsa. Menjaga inflasi adalah survival bangsa,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (30/4/2026).

Baca juga : Ombudsman Dorong Evaluasi Kualitas Pelayanan Publik

Tito mengungkapkan, berdasarkan sejumlah survei, persoalan biaya hidup menjadi perhatian utama masyarakat, melampaui isu lain. Menurut Tito, kondisi ini menunjukkan fluktuasi harga memiliki pengaruh langsung terhadap persepsi publik sekaligus stabilitas sosial.

Dalam konteks itu, Tito menilai keterlibatan lintas sektor, termasuk jajaran TNI dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, menjadi krusial.

Menurut Tito, struktur organisasi TNI yang menjangkau hingga tingkat desa dinilai efektif untuk mendukung pengendalian inflasi di daerah.

“Tidak banyak instansi vertikal yang memiliki organisasi yang sangat rapi, yang sudah well established dari pusat sampai dengan ke desa-desa [seperti TNI],” kata Tito.

Tito juga menjelaskan klasifikasi inflasi berdasarkan tingkat keparahannya, mulai dari inflasi ringan di bawah 10 persen hingga hiperinflasi di atas 100 persen. Menurut Tito, kondisi terakhir dapat memicu kekacauan ekonomi, termasuk terganggunya distribusi barang dan merosotnya nilai tukar mata uang.

“Kalau terjadi di atas 100 persen, itu disebutkan hyperinflation. Itu artinya semua sendi ekonomi sudah rontok,” ujar Tito.

Tito menambahkan, inflasi Indonesia saat ini relatif terkendali. Ia mengaitkan hal tersebut dengan berbagai upaya, termasuk program yang melibatkan TNI seperti pasar murah, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), dan gerakan penanaman komoditas pangan.

“Kemudian juga peran TNI untuk gerakan tanam, itu terasa sekali dan itu membuat harga-harga turun,” kata Tito.

Menurut Tito, keberlanjutan pengendalian inflasi menjadi penting tidak hanya untuk menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban dalam negeri tetap terjaga.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *