Ilustrasi DPR dukung realisasi program desa nelayan yang telah digagas Presiden Prabowo Subianto namun menekankan tak sekedar simbolik. (Foto: PravadaNews) 

Beranda / Politik / DPR Usul Realisasi Desa Nelayan Tak Sekedar Simbolik 

DPR Usul Realisasi Desa Nelayan Tak Sekedar Simbolik 

PravadaNews – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyambut positif rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun ribuan desa nelayan dalam tiga tahun ke depan. 

Dalam keterangannya, sosok yang akrab disapa Daniel itu menyebut program itu cukup lama dinantikan seluruh masyarakat pesisir yang selama ini juga menghadapi berbagai keterbatasan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Menurut Daniel, program itu juga akan sangat membantu keluarga nelayan jika direalisasikan secara serius bukan hanya sebatas pola seremonial atau simbolik semata. 

“Mendorong realisasinya agar tidak hanya berhenti pada peresmian simbolik 1.386 desa pada tahun 2026,” kata Daniel, Kamis (21/5/2026). 

Di sisi lain, sosok Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga  menekankan pemerintah perlu memastikan keberlanjutan program dengan tetap menjamin distribusi bahan bakar minyak bersubsidi bagi nelayan. 

Baca juga: Pemerintah akan Perbaiki Kehidupan 6 Juta Nelayan

Pasalnya, Daniel turut menyoroti pentingnya ketersediaan solar subsidi untuk kapal-kapal nelayan agar pembangunan stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan tidak sekadar menjadi proyek infrastruktur saja tanpa dukungan distribusi energi yang memadai.

Selain mendukung program desa nelayan, Daniel juga menyambut baik langkah pemerintah untuk meningkatkan nilai tukar petani. 

Namun, menurut Daniel, kenaikan indeks semata tidak cukup apabila tidak diikuti dukungan nyata bagi petani di lapangan.

“Petani tidak hanya membutuhkan indeks yang naik di atas kertas, tetapi juga keterjangkauan pupuk, kepastian harga jual, dan akses pasar yang nyata,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam pidatonya di hadapan anggota DPR RI, Prabowo menyoroti persoalan yang masih juga dihadapi nelayan Indonesia, terutama kesulitan memperoleh es batu dan bahan bakar solar untuk melaut. 

Menurut prabowo, kondisi tersebut bakal menghambat produktivitas nelayan sekaligus meningkatkan biaya operasional mereka.

Pemerintah, kata Prabowo, akan melakukan intervensi besar melalui pembangunan 5.000 desa nelayan di berbagai wilayah Indonesia dalam tiga tahun mendatang. 

Prabowo menegaskan, pada tahun ini, pemerintah akan menargetkan meresmikan 1.386 desa nelayan sebagai tahap awal program.

“Kita ingin petani kita tersenyum karena panen cerah. Kita ingin nelayan yang mempertaruhkan nyawa, yang menghasilkan protein, pergi ke laut dengan aman dan mendapatkan tangkapan,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan setiap desa nelayan nantinya akan dilengkapi bangunan instalasi pembuatan es batu, ruang pendingin atau cold storage, serta stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan.

Prabowo menambahkan gagasan pembangunan fasilitas pendukung itu diharapkan mampu menekan biaya operasional dari nelayan sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan ikan agar tetap sehat sebelum dipasarkan.

“Saat ini nelayan kita sulit mendapat es batu, apalagi solar yang mereka butuh. Pemerintah akan intervensi secara besar,” ujar Prabowo.

“Kita usahakan nelayan punya es batu. Kita bikin instalasi pembuat es batu di tiap desa nelayan. Kita akan bikin SPBU khusus nelayan di setiap desa nelayan,” pungkas Prabowo.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *