PravadaNews – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah mengumumkan keberhasilan mereka dalam menargetkan dan melumpuhkan sejumlah sistem radar di Kuwait.
Itu dilakukan sebagai bagian dari tahap terbaru serangan balasan yang sedang berlangsung, menyusul pelanggaran Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.
IRGC menyampaikan pengumuman tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, yang menyebut serangan itu sebagai gelombang ke-24 dari operasi balasan “Nasr-2” (Kemenangan-2).
Menurut pernyataan tersebut, serangan itu dilakukan sebagai “kelanjutan dari upaya untuk membersihkan kawasan tersebut dari sistem-sistem radar” yang melayani kepentingan Amerika Serikat.
IRGC menyatakan bahwa pasukannya menargetkan “sebuah radar peringatan dini, kompleks radar taktis di sekitar Pangkalan Udara Ali al-Salem, dan satu sistem radar lainnya di Pulau Bubiyan, Kuwait,” kata IRGC melansir dari Kantor Berita IRNA, dikutip Rabu (22/7/2026).
Pihaknya menambahkan bahwa serangan tersebut “membuat sistem-sistem radar itu tidak dapat beroperasi lagi.”
IRGC menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa “operasi untuk menghukum pihak agresor terus berlanjut.”















