Official first look film Siti Si Vampir. (Foto: Dok. Poplicist)

Beranda / Infotaiment / Film Siti Si Vampir Soroti Kelas Sosial

Film Siti Si Vampir Soroti Kelas Sosial

PravadaNews – Jarak kehidupan antara penghuni rumah susun dan kalangan elite menjadi konflik yang dibawa film Siti Si Vampir melalui duet perdana Pelakon Satine Zaneta dan Ciccio Manassero.

Drama komedi tersebut menggunakan perubahan hidup seorang gadis bernama Siti untuk menggambarkan kecanggungan ketika seseorang mendadak masuk ke lingkungan sosial berbeda.

Produser Celerina Judisari mengatakan, cerita itu sejak awal tidak dirancang sebagai kisah vampir yang hanya bertumpu pada unsur horor.

“Sebagai produser, saya memang sudah memiliki impian untuk membuat film tentang vampir. Siti Si Vampir menghadirkan pendekatan yang berbeda, sebuah drama komedi dengan lapisan drama keluarga dan satir sosial,” ujar Celerina dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (10/8/2026).

Cerita berangkat ketika Siti yang terbiasa tinggal di rumah susun tiba-tiba terbangun di kamar mewah dengan perubahan pada dirinya.

Perpindahan lingkungan ini kemudian digunakan untuk memperlihatkan kecanggungan seseorang ketika harus berhadapan dengan kehidupan sosial yang sebelumnya terasa jauh.

Sebagai informasi, Satine memerankan Siti, sedangkan Ciccio Manassero menjadi salah satu karakter vampir yang hadir dalam lingkungan baru tersebut.

Konflik tidak hanya dibangun dari perubahan fisik Siti, tapi juga dari perbedaan kebiasaan dan posisi sosial yang ditemuinya.

Sutradara Rahabi Mandra menjelaskan, vampir dipilih sebagai metafora untuk menggambarkan kelompok masyarakat dengan posisi ekonomi dan sosial lebih tinggi.

“Di Indonesia, vampir itu metafora yang pas untuk kelas atas. Siti ini ibarat anomali, anak rusun yang mendadak ‘digigit’ nasib jadi elite,” tutur pembuat film tetaebut.

Menurut Rahabi, perubahan itu membuat Siti menghadapi situasi yang asing sekaligus memperlihatkan jarak antara kehidupan masyarakat biasa dan lingkungan elite.

Pendekatan ini membuat unsur vampir ditempatkan sebagai alat bercerita mengenai kelas sosial, sementara unsur komedi digunakan untuk membawa konflik tersebut kepada penonton.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *