Ilustrasi kacang kedelai. (Foto: Dok. Halodoc)

Beranda / Ekonomi / Rekayasa Genetik Bikin Kedelai RI Tertinggal

Rekayasa Genetik Bikin Kedelai RI Tertinggal

PravadaNews – Ketika pengembangan benih kedelai mulai diarahkan hingga menghasilkan 5–6 ton per hektare, produktivitas nasionalnya memperoleh 1,6 ton per hektare.

Jarak produktivitas ini berjalan bersama tingginya ketergantungan impor, yang masih memenuhi sekitar 95% kebutuhan kedelai Indonesia pada 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai ketertinggalan tersebut berkaitan dengan perkembangan teknologi, terutama ketika negara maju mulai mengembangkan rekayasa genetik.

Menurutnya, perbedaan teknologi kemudian membuat hasil kedelai Indonesia sulit mengejar produktivitas yang dicapai negara lain.

“Kita mulai kalah setelah negara-negara maju mengembangkan apa namanya itu, rekayasa genetik,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas saat ditemui di Jakarta International Conventional Center (JICC), Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Namun, pemerintah belum menangani seluruh komoditas pangan secara bersamaan karena peningkatan produksi dilakukan berdasarkan prioritas dan kesiapan setiap sektor.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan kebutuhan kedelai mencapai 2,7 juta ton pada 2026, sementara sekitar 2,6 juta ton masih dipenuhi melalui impor.

Pada saat yang sama, rata-rata produksi nasional selama 5 tahun terakhir hanya 227 ribu ton per tahun dengan produktivitas 1,6 ton per hektare.

Untuk mengejar ketertinggalan ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Universitas Negeri Surabaya mengembangkan varietas berproduktivitas 5–6 ton per hektare pada Senin (27/7).

“Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional,” kata Amran dalam keterangan yang dipublikasikan Kementan.

Kementan menyatakan benih tersebut harus membuktikan produktivitasnya di lapangan sebelum dikembangkan lebih luas untuk memperkuat produksi kedelai dalam negeri.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *