Beranda / Ekonomi / Indonesia Kaya Pangan tapi Selera Masih Impor

Indonesia Kaya Pangan tapi Selera Masih Impor

PravadaNews — Tingginya konsumsi produk berbasis gandum seperti mi dan roti membuat kebutuhan bahan baku industri Indonesia masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Kondisi tersebut menunjukkan tantangan pangan Indonesia juga berada pada bagaimana membentuk pilihan konsumsi masyarakat yang sesuai.

Hal ini disorot Asisten Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik, Dirgayuza Setiawan, yang mengatakan kebijakan pangan perlu melihat hubungan antara produksi dan pola konsumsi masyarakat.

Kebutuhan pangan, ucapnya, juga ditentukan dari pilihan masyarakat terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Kita harus melakukan engineering di ujungnya, di hilirnya, yaitu customer preference, atau apa yang ingin dimakan oleh masyarakat kita,” kata Dirgayuza dalam peluncuran buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, pilihan konsumen dapat menentukan arah pengembangan pangan karena produsen akan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

“Kita perlu membuat masyarakat kita jatuh cinta sama pangan kita sendiri,” ujar Dirgayuza.

Lebih lanjut, Dirgayuza menjelaskan kondisi itu terlihat dari konsumsi produk berbasis gandum seperti mi dan roti, sementara Indonesia belum memiliki produksi gandum dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Salah satu contohnya yakni Vietnam yang mengembangkan phở berbahan beras sebagai alternatif pangan yang menyesuaikan potensi produksi lokal.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyebut kebutuhan gandum Indonesia mencapai sekitar 13 juta ton per tahun dan masih dipenuhi melalui impor karena gandum belum dapat dikembangkan secara luas di Indonesia. 

Situasi tersebut membuat pemerintah perlu memperkuat diversifikasi pangan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan konsumsi yang berasal dari dalam negeri.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *