Jajaran pemain film Memburu Pemangsa saat melakukan talkshow di Blok M, Jakarta. (Foto: Dok. Poplicist)

Beranda / Infotaiment / Laura Basuki Ungkap Sisi Gelap Manusia

Laura Basuki Ungkap Sisi Gelap Manusia

PravadaNews – Aktris Laura Basuki mengungkapkan sisi gelap manusia melalui film Memburu Pemangsa. Film itu mengangkat isu kejahatan terhadap anak. 

Cerita bergenre horror kriminal tersebut mengisahkan aksi empat jurnalis perempuan yang melakukan investigasi terhadap sosok predator anak. Namun, pengejaran ini membawa mereka melihat praktik ritual antara manusia dengan iblis dengan mengorbankan anak-anak, atau disebut teror dermonologi.

Film itu dibintangi Laura Basuki (Agnes) selaku pemimpin redaksi, bersama tiga jurnalis Prilly Latuconsina (Cia), Taskya Namya (Brina), Yasamin Jasem (Anya), serta Andi Mashadi (Petra) sebagai polisi yang menyelidiki kasus tersebut.

Laura Basuki pun menceritakan kejahatan manusia yang digambarkan dalam film tersebut menunjukkan tindakan yang tidak manusiawi.  

“Dari film ini saya merasa bahwa manusia itu bisa lebih keji daripada setan sebenarnya,” ujar Laura dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/9/2026). 

Menurutnya, kasus kriminal terhadap anak-anak dapat terjadi tanpa mengenal waktu dan tempat.

“Jadi kejahatan itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Rasanya kasihan dan miris, ketika anak-anak yang harus terus aware menjaga diri mereka, jangan terus menerus menyalahkan ‘Oh mungkin karena dia jalan sendiri’, ‘Oh karena dia pakai baju terlalu terbuka’, ya yang dibenerin harusnya kita sebagai orang dewasa, dan orang dewasa harus ikut menjaga keamanan anak-anak,” lanjut pemeran dan model Indonesia ini.

Senada dengan Laura, Sang Sutradara Umay Shahab, mengatakan film Memburu Pemangsa dibuat berdasarkan keresahan sewaktu kecil terhadap kekerasan yang terjadi pada anak.

“Ketika saya kecil pun, banyak melihat anak-anak seumuran saya yang menjadi korban dari kekerasan para penjahat. Itu yang membuat kenapa saya merasa penting, saat memiliki kesempatan, membuat film yang menjadi keresahan saya dan banyak orang, dan cerita serta isu sepenting ini belum ada yang mengangkatnya,” tambah Umay.

Umay juga membawa pesan perlindungan anak melalui kampanye #JagaAnakAnak yang dilakukan yang menyasar lingkungan sekolah untuk mendukasi siswa untuk menciptakan ruang aman bagi mereka.

Diketahui, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat 35.920 kasus kekerasan perempuan dan anak sepanjang 2025. Data tersebut menjadi salah satu alasan penguatan edukasi mengenai perlindungan anak terus dilakukan.

Dalam proses pengembangan cerita, tim film Memburu Pemangsa juga menggandeng Komnas Perlindungan Anak, akademisi kriminologi Universitas Indonesia, Divisi Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kejahatan terhadap Anak (TPPO) Bareskrim Polri, serta redaksi media investigasi untuk memperkuat isu yang diangkat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *