Tim SAR gabungan memperluas area pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, ke sisi utara Gunung Anak Krakatau pada Kamis (10/9/2026). (Foto: Istimewa)

Beranda / Nasional / SAR Perpanjang Pencarian Lima Jurnalis

SAR Perpanjang Pencarian Lima Jurnalis

PravadaNews – Tujuh hari berlalu tanpa kabar dari delapan orang di atas Arupadhatu 1. Di tengah luasnya perairan Selat Sunda, tim SAR gabungan kembali memperpanjang operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih hilang kontak.

Setelah melalui evaluasi menyeluruh, operasi yang sebelumnya dijadwalkan berakhir setelah tujuh hari itu kini dilanjutkan hingga Kamis, 17 September 2026, dengan harapan jejak keberadaan mereka dapat segera ditemukan.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad mengatakan keputusan memperpanjang operasi diambil melalui rapat koordinasi bersama seluruh unsur terkait lapangan.

Evaluasi tersebut memetakan tantangan pencarian serta sejumlah area perairan yang dinilai belum tersisir secara optimal selama sepekan terakhir.

“Rapat koordinasi menyepakati pencarian dilanjutkan selama tiga hari ke depan dengan kekuatan personel dan peralatan yang tersedia. Kami mengevaluasi seluruh proses sejak hari pertama hingga ketujuh untuk mengetahui tantangan serta objek yang belum terlewati,” ujar Al Amrad dalam keterangan persnya Selasa (15/9/2026).

Dalam operasi tambahan, tim tetap mengandalkan pencarian melalui jalur laut sekaligus pemantauan udara untuk memperluas jangkauan pencarian korban.

Namun, penggunaan sejumlah peralatan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau setempat.

Al Amrad menjelaskan, pencarian udara menggunakan helikopter sangat bergantung pada kondisi angin dan keberadaan debu vulkanik Anak Krakatau.

Karena itu, tim SAR menyesuaikan strategi agar proses pencarian tetap aman dan efektif selama operasi tambahan berlangsung di lapangan sekitar.

“Kami tetap menggunakan kapal, termasuk pemantauan udara, tetapi semuanya bergantung pada kondisi cuaca selama pencarian berlangsung,” ucap Al Amrad.

Kondisi angin dan debu vulkanik menjadi pertimbangan penting ketika tim menentukan penggunaan sarana udara dalam operasi.

Perpanjangan operasi dilakukan setelah Basarnas mengevaluasi kemungkinan penghentian pencarian pada hari ketujuh berdasarkan hasil perkembangan lapangan terkini operasi.

Keputusan tersebut menjadi upaya lanjutan menemukan delapan orang yang masih hilang sekaligus memastikan seluruh area pencarian diperiksa secara maksimal.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *