PravadaNews – Dukungan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino kembali menguat dari kawasan Arab. Persatuan Asosiasi Sepak Bola Arab (UAFA) menyatakan dukungannya kepada Presiden FIFA tersebut untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode mendatang.
Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan UAFA yang menaungi 22 asosiasi sepak bola negara Arab.
Forum tersebut menjadi momentum bagi UAFA untuk menegaskan pandangannya terhadap kepemimpinan Infantino yang dinilai memiliki peran penting dalam menyatukan komunitas sepak bola dunia selama satu dekade terakhir.
Bagi UAFA, kepemimpinan Infantino menjadi bagian dari perjalanan sepak bola global yang terus berkembang, sekaligus memperkuat hubungan antarasosiasi sepak bola di berbagai kawasan dunia.
“UAFA menegaskan kembali dukungannya kepada Presiden FIFA Gianni Infantino untuk periode mendatang,” demikian pernyataan UAFA dikutip dari UAFAAC.
UAFA juga mengapresiasi kiprah Infantino dalam memperluas jangkauan sepak bola ke berbagai wilayah dunia.
Organisasi tersebut menilai sepak bola semakin dapat diakses masyarakat di berbagai negara.
“UAFA memuji kerja kerasnya selama satu dekade untuk menyatukan komunitas sepak bola global, membawa sepak bola kepada semua orang, di mana pun berada,” sebut UAFA.
Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA pada Februari 2016, menggantikan Sepp Blatter. Ia kembali terpilih memimpin FIFA pada 2019 dan 2023.
Selama kepemimpinannya, FIFA memperluas sejumlah kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia dengan jumlah peserta lebih banyak. Piala Dunia 2026 diikuti 48 negara dan digelar di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.
UAFA merupakan badan sepak bola independen yang beranggotakan 22 asosiasi sepak bola negara-negara Arab. Anggotanya meliputi Aljazair, Bahrain, Komoro, Djibouti, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Mauritania, Maroko, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Suriah, Tunisia, Uni Emirat Arab, dan Yaman.
Dukungan UAFA menambah pernyataan dukungan organisasi sepak bola regional terhadap kepemimpinan Infantino. Dukungan itu disampaikan menjelang periode kepemimpinan FIFA berikutnya.














