Ilustrasi narapidana tengah menggunakan narkoba di dalam sel tahanan. (AI)

Beranda / Nasional / Napi dan Petugas Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok

Napi dan Petugas Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok

PravadaNews — Video yang diduga memperlihatkan pesta narkoba di dalam Rutan Kelas I Depok memunculkan pertanyaan terkait pengawasan di lingkungan pemasyarakatan. Pasalnya, video tersebut beredar setelah pihak rutan mengaku telah menggelar razia menyeluruh di seluruh blok hunian.

Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno mengatakan razia merupakan bagian dari penguatan pengawasan di dalam rutan. Langkah tersebut telah dilakukan sejak dirinya menerima amanah sebagai kepala Rutan Depok sekitar satu bulan lalu.

“Perlu diketahui teman-teman semuanya, kurang lebih saya di sini menjabat 1 bulan, jadi kami baru mendapatkan amanah baru. Tentunya dalam 1 bulan kami menjabat ini, kami tetap melaksanakan penguatan kepada seluruh personel, juga melaksanakan razia baik insidentil maupun rutin,” kata Ario dikutip Senin (5/10/2026).

Dalam pelaksanaan pengamanan, Rutan Depok juga melibatkan sejumlah pihak eksternal. Pihak yang dilibatkan antara lain Kodim, polres, BNNK hingga Brimob.

Razia dilakukan secara menyeluruh di seluruh blok hunian sebelum video tersebut beredar di media sosial. Pihak rutan sebelumnya mengaku tidak menemukan telepon seluler maupun narkoba dalam razia tersebut.

“Karena kami pastikan kemarin razia menyeluruh, kami laksanakan secara menyeluruh di semua blok,” ujar Ario.

Namun, video yang diduga direkam di dalam Rutan Depok kemudian muncul dan menjadi viral. Kondisi tersebut membuat pihak rutan melakukan pemeriksaan untuk memastikan lokasi serta aktivitas yang terekam dalam video.

Dalam video tersebut terlihat sejumlah benda yang menimbulkan dugaan adanya aktivitas terlarang. Rekaman itu memperlihatkan telepon seluler, lampu disko, serta benda yang diduga bong untuk menggunakan narkotika jenis sabu.

Ario kemudian memastikan lokasi dalam video tersebut setelah dilakukan investigasi awal. Ario mengatakan rekaman tersebut memang berada di lingkungan Rutan Kelas I Depok.

“Ya, setelah kami investigasi, apa yang ada di video tersebut memang berada di Rutan Depok,” kata Ario.

Setelah lokasi dipastikan, pemeriksaan kemudian diarahkan untuk mengetahui bagaimana telepon seluler dan benda yang diduga narkotika dapat berada di dalam rutan. Pihak Rutan Depok juga menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan petugas.

Sejauh ini, dua petugas Rutan Depok telah menjalani pemeriksaan. Keduanya merupakan pegawai yang bertugas di jajaran satuan pengamanan dan staf pembinaan.

Pemeriksaan terhadap kedua petugas dilakukan untuk mengurai asal-usul barang yang terlihat dalam video. Penelusuran juga diarahkan untuk mengetahui bagaimana barang-barang tersebut dapat masuk dan berada di lingkungan rutan.

“Kalau diinvestigasi, melalui petugas,” tutup Ario.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *