PravadaNews – Kementerian Perdagangan (Kemendag) merespons permintaan tambahan kuota Minyakita dari Badan Urusan Logistik (Bulog). Tambahan kuota itu untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah pasar di Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, permintaan tambahan kuota setelah pihaknya melaporkan kondisi ketersediaan Minyakita di pasar kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
“Jadi terkait MinyaKita kosong, kemarin kami sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi MinyaKita yang kosong tersebut. Terus terang kami sudah mengajukan ke Kementerian Perdagangan untuk penambahan kuota,” kata Rizal dikutip Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Bulog Minta Tambahan Kuota Minyakita
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, Kemendag akan mempertemukan produsen dengan Bulog dan BUMN pangan untuk membahas penguatan distribusi Minyakita.
“Kementerian Perdagangan siap memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha atau produsen dengan BUMN Pangan untuk membahas penguatan distribusi,” kata Mendag dikutip Rabu (15/4/2026).
Mendag berharap, pertemuan tersebut dapat menghasilkan kesepatan yang dapat mendukung kelancaran distribusi agar harga minyak goreng di pasaran tetap stabil.
“Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran penyaluran Minyakita sehingga stabilitas harga minyak goreng di tingkat konsumen tetap terjaga,” kata Mendag.
Mendag menerangkan, ketentuan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35% melalui BUMN adalah batas minimal yang harus dipenuhi produsen.
Mendag mengatakan, peningkatan penyaluran DMO bisa melebihi 35% asalkan didukung dengan kesiapan pasokan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan mengkui terjadi kelangkaan Minyakita di pasar tradisional.
Oleh karena itu, Kemendag berkomitmen agar penyaluran minyak ke pedagan pasar tradisional melalui Bulog, ID Food, Agrinas dilakukan secara optimal.
“Sebagai informasi, realisasi distribusi meningkat secara signifikan, yaitu mencapai 49,45 persen dari total realisasi DMO,” ujar Iqbal.
Selain itu, Kemendag mendorong optimalisasi penyaluran pasokan Minyakita di pasar tradisional. Sehingga, harga dan pasokan tetap stabil.















