PravadaNews – Harga MinyaKita masih berbeda antardaerah pada awal Oktober 2026 saat Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pergerakan harganya secara nasional naik tipis.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan juga terjadi pada minyak goreng yang diperdagangkan di pasar rakyat.
Secara umum, rata-rata harga minyak goreng di pasar rakyat mencapai Rp20.248 per liter pada minggu pertama Oktober 2026, naik tipis 0,03% dari rata-rata September sebesar Rp20.242 per liter.
“Kalau kita bandingkan minyak goreng di pasar rakyat mengalami peningkatan harga hanya 0,03%,” kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (5/10/2026).
Kenaikan tipis ini juga terlihat pada MinyaKita yang menjadi minyak goreng rakyat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. HET tersebut masih dipertahankan pemerintah hingga kini.
Ateng menyebut, pergerakan harga MinyaKita pada awal Oktober tidak jauh berbeda dengan minyak goreng secara umum.
“MinyaKita mengalami peningkatan harga juga sebesar 0,03%,” lanjut Ateng.
Meski kenaikannya tipis secara nasional, harga yang ditemui konsumen masih berbeda di sejumlah wilayah.
Pantauan redaksi di salah satu kios di Jalan Baru, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, menemukan MinyaKita dijual Rp20.000 per liter atau Rp4.300 di atas HET pada Minggu (4/10).
Dalam hari yang sama, pantauan redaksi untuk harga Minyakita di Pasar Kemiri, Depok, mencapai Rp18.500 per liter Rp2.800 di atas HET.
Sementara itu, pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada hari ini mencatat rata-rata nasional MinyaKita sebesar Rp15.865 per liter atau Rp165 di atas HET.
Pergerakan harga juga terlihat di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yang termasuk wilayah dengan perubahan harga tinggi pada awal Oktober, dengan SP2KP mencatat harga Rp22.000 per liter pada Jumat (2/10) sebelum turun menjadi Rp15.700 per liter pada Senin (5/10).
Berbeda dengan daerah tersebut, harga MinyaKita di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih tercatat Rp20.000 per liter pada Jumat (2/10) dan tetap berada di angka yang sama pada Senin (5/10).
Di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, SP2KP juga mencatat harga tidak berubah dari Rp19.333 per liter pada Jumat (2/10) menjadi Rp19.333 per liter pada Senin (5/10).















