PravadaNews — Harga daging ayam potong di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, mengalami penurunan setelah sebelumnya dijual Rp55 ribu hingga Rp58 ribu per ekor. Kini, harga ayam potong berada di kisaran Rp53 ribu per ekor, memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat yang mengandalkan komoditas tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Penurunan harga juga terjadi pada sejumlah bagian ayam yang dijual secara terpisah. Harga dada ayam turun dari Rp60 ribu menjadi Rp58 ribu per kilogram, sedangkan paha ayam turun dari Rp55 ribu menjadi Rp53 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga sayap ayam yang sebelumnya berkisar Rp48 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp46 ribu per kilogram. Perubahan harga tersebut mengikuti penurunan harga di tingkat distributor.
Salah seorang pedagang ayam potong di kawasan perumahan Vila Tangerang Elok, Pasar Kemis, Mas Mul, mengatakan penurunan harga mulai terjadi dalam dua hari terakhir. Menurut Mul, harga ayam potong berkurang sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000.
“Daging ayam potong sekarang sedikit turun, sudah dua hari ini harganya turun sekitar Rp2000-3000an,” ujar Mas Mul saat ditemui, Minggu (25/10/2026).
Meski harga mengalami penurunan, Mas Mul memastikan pasokan ayam potong masih aman. Ketersediaan stok dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pembeli di pasaran.
Mul berharap pasokan tetap terjaga agar harga ayam potong bisa lebih stabil. Sebagai pedagang pengecer, dirinya mengaku hanya mengikuti perubahan harga yang ditetapkan distributor.
“Kalau stoknya aman ya, otomatis harga aman. Ya namanya juga kita ini pengecer jadi hanya mengikuti harga dari distributor, kalau lagi naik kita sesuaikan harganya, kalau lagi turun kita sesuaikan juga,” ucap Mul.
Di sisi lain, penurunan harga tersebut belum sepenuhnya menjawab harapan konsumen. Sejumlah pembeli menilai harga ayam potong masih relatif mahal meskipun sudah lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Salah seorang konsumen, Anis, mengatakan penurunan harga sedikit membantu mengurangi beban belanja rumah tangga. Namun, Anis berharap harga ayam potong dapat kembali turun agar lebih terjangkau bagi masyarakat yang harus mengatur pengeluaran harian.
“Ya alhamdulillah sedikit mengurangi beban pengeluaran, tapi kalau bisa lebih murah lagi lebih enak ya buat kita yang mengatur keuangan sehari-hari,” ujar Anis.
Bagi konsumen, daging ayam masih menjadi salah satu kebutuhan pangan sehari-hari yang tetap harus dibeli meskipun harganya dinilai belum ideal. Karena itu, penurunan harga diharapkan dapat berlanjut sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan tanpa terlalu membebani anggaran rumah tangga.














