PravadaNews – Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan yang terjangkau, kestabilan harga telur ayam menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga daya beli warga.
Di sejumlah pasar tradisional Kota Tangerang, harga komoditas tersebut masih terpantau berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), memberikan ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga.
Untuk menjaga kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang terus mengintensifkan pemantauan harga bahan pangan di pasar tradisional.
Kepala Disperindagkop UKM Kota Tangerang, Suli Rosadi mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap terkendali dan penjualan komoditas pangan berjalan sesuai ketentuan.
Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pemantauan harga komoditas pangan, salah satunya telur, untuk mengantisipasi lonjakan harga seperti yang dikhawatirkan masyarakat.
“Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi, seperti Pasar Anyar, Pasar Malabar, dan Pasar Poris Indah,” ujar Suli dikutip, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan terkini, harga telur ayam ras atau broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Tangerang mencapai Rp26.000 per kilogram.
Harga tersebut masih di bawah kisaran HET telur ayam yang berada pada rentang Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
“Sejauh ini masih sangat stabil. Harga yang ditemui di pasar-pasar merata Rp26.000 per kilogram, di bawah batas harga eceran rata-rata nasional,” kata Suli.
Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, dikutip Selasa (27/10) pukul 08:30 WIB, harga telur ayam ras tercatat Rp29.450 per Kg.














